Saturday, 17 October 2015

Pesawat Rusia Hancurkan Pos Komando Terbesar ISIS di Suriah


 Pesawat pembom Sukhoi Su-24 Rusia telah menghancurkan pos komando terbesar ISIS di dekat Deir ez-Zor, Suriah, demikian disampaikan juru bicara Kemenhan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov, Rabu (14/10).

"Di Hama dan Latakia, pesawat pembom Su-24 menghancurkan gudang amunisi teroris. Di Deir ez-Zor, pesawat ini juga menghancurkan pos komando terbesar ISIS dengan serangan udara," tuturnya.

Sejauh ini, pesawat Rusia telah melakukan 41 serangan mendadak dan menyasar 40 target ISIS dalam 24 jam terakhir, tutur Konashenkov, Rabu (14/10). Pesawat menyerang pos komando, gudang senjata, dan lokasi pelatihan teroris di provinsi Aleppo, Idlib, Latakia, Hama, dan Deir ez-Zor.

Kemenhan Rusia : Jet Tempur Kami Dekati Pesawat AS di Suriah untuk Lakukan Identifikasi
Sebuah jet tempur Rusia mendekati pesawat AS pada Sabtu (10/10) untuk mengidentifikasinya, bukan untuk menakut-nakuti, demikian disampaikan juru bicara Kemenhan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov, Rabu (14/10).

"Saat sedang bergerak ke tempat tujuan, sistem peringatan radar pesawat kami menangkap sinyal dari objek terbang yang tak diketahui. Pesawat tempur kami kemudian berbalik dan mendekati objek tersebut dengan jarak dua hingga tiga kilometer, bukan untuk menakut-nakuti siapapun, tapi untuk mengidentifikasi pesawat. Setelah itu, Sukhoi Su-30SM Rusia kembali ke rombongan dan melanjutkan tugas," kata Konashenkov.

Ia menyebutkan, insiden tersebut terjadi saat sekelompok pesawat Rusia Su-30SM yang menyamar tengah melakukan misi tempur melawan ISIS di wilayah Aleppo.

Sebelumnya, Kemenhan AS menyatakan, pesawat Rusia dan AS bertemu di ruang udara Suriah dengan jarak beberapa mil. Namun, kedua pilot bertindak 'profesional' kata Pentagon.

"Pilot kami tak hanya sering melihat pesawat AS, tapi juga pesawat tanpa awak, di ruang udara Suriah," lanjut Konashenkov.

Kehadiran pesawat tempur di Suriah 'memiliki izin yang jelas, sesuai permintaan pemerintah resmi Suriah', kata sang juru bicara. Ia menambahkan, semua penerbangan dikoordinasikan dengan pemerintah setempat. (SRK)

BAGIKAN