Thursday, 1 October 2015

Tolak Rekonsiliasi, Bakar Bendera PKI


“Kita negara dengan ideologi Pancasila. Kita ber-Tuhan. Kalau ada yang tidak percaya dengan Tuhan dan tidak beragama, jangan dibiarkan,’’ 
Malang (Zonasatu.co.id) - Aksi penolakan rekonsiliasi HAM PKI tahun 1948 dan 1965 di Kota Malang kemarin, di warnai dengan pembakaran bendera bergambar palu arit. Pembakaran bendera lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) itu dilakukan Gerakan Bela Negara (GBN) di depan Balai Kota Malang.

Aksi itu disaksikan Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono dan Wakil Wali Kota Malang H. Sutiaji yang hadir di tengah aliansi Gerakan Bela Negara (GBN). Keduanya diminta untuk menyampaikan pernyataan sikapnya terkait wacana rekonsiliasi HAM PKI.

“Masyarakat harus waspada terhadap bahaya laten PKI,” ujar Arief.

Bahkan, kepada seluruh warga yang hadir, dia juga sepakat dengan empat pilar negara yang harus terus dikokohkan, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD tahun 1945 sebagai konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negaradan Bhineka Tunggal Ika Sebagai Semboyan Negara. “Dengan empat pilar tersebut, pun yakin tidak ada perpecahan,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Wali Kota Malang H Sutiaji. Dia sangat mendukung kegiatan yang berdampak pada kemakmuran dan ketentraman warga.  “Kita negara dengan ideologi Pancasila. Kita ber-Tuhan. Kalau ada yang tidak percaya dengan Tuhan dan tidak beragama, jangan dibiarkan,’’ kata Sutiaji.

Gerakan Bela Negara (GBN), warga menuntut pemerintah untuk menolak rekonsiliasi HAM PKI tahun 1948 dan 1965. 

“PKI merupakan partai yang dalam perjalanan politiknya salah sejak awal. Mereka suka menghasut, mengadu domba, berkhianat  pada pancasila dan NKRI,’’ kata korlap aksi Haris Kuncoro.

Dia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap partai terlarang tersebut. Terlebih menurut dia, sejak beberapa tahun terakhir sudah muncul  adanya neo-neo PKI. “Karena itulah, marilah kita bersama-sama berjuang dan merapatkan barisan. Jangan sampai ada pengkhianat di negara kita. Sebagai bangsa yang cinta tanah air, kita wajib merapatkan barisan untuk keutuhan NKRI,’’ katanya. (SCR/Malangpos)

BAGIKAN