Saturday, 14 November 2015

Bentrok Bersenjata TNI - Polri Kembali Terjadi Di Sumsel


 Bentrok bersenjata yang melibatkan TNI-Polri kembali terjadi di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Jum'at (13/11/2015). Dalam baku tembak tersebut dikabarkan salah satu prajurit berpangkat Kapten meninggal di rumah sakit akibat luka tembak yang mengenai dada tembus rusuk kanan. Belakangan diketahui anggota TNI yang meninggal bernama Kapten Edy Sutrisno personil Korem Gapo yang saat itu sedang melakukan pengamanan Pilkada.

Peristiwa tersebut berawal saat anggota dari Polres Muara Enim tengah melakukan pengejaran terhadap orang yang dianggap masuk DPO (Daftar Pencarian Orang) dengan dibantu personel dari Buser Polres Lubuklinggau.

Entah bagaimana awal ceritanya pukul 23.00 WIB di Jl. Jenderal Ahmad yani, Kel. Puncak Kemuning, Kec. Lubuklinggau tiba - tiba seorang anggota dari Polres Muara Enim mengeluarkan tembakan kearah  terduga buruan mereka yang ternyata adalah anggota TNI bernama Kapten Edy Sutrisno dan Kapten Deden.

Melihat rekannya tertembak Kapten Deden berniat membalas namun dirinya juga terkena tembakan yang berasal dari pihak Polres Lubuklinggau. Keduanya kemudian dibawa ke RS. Siti Aisyah untuk diberi perawatan medis.

Kasat reskrim AKP Arif Mansyur yang saat itu juga tengah berada di RS. Siti Aisyah mendadak dikepung oleh prajurit TNI berpakaian preman dan bersenjata yang statusnya sedang dalam pemantauan Pilkada pukul 24.00 WIB.

Anggota TNI tersebut membentak Arif dan menembakkan pistol ke arah bawah hingga serpihannya mengenai kaki kanan Arif.  Sebagian lagi memukul kepala Arif menggunakan gagang pistol hingga mengalami luka dibagian belakang kepala.

Melihat ada personel Denpom bersama Kapten Baharudin datang Arif meminta tolong untuk diselamatkan nyawanya. Oleh anggota Denpom Arif dibawa ke ruang UGD untuk segera diberi penanganan medis.

Saat anggota polisi militer sedang melakukan pengumpulan informasi seluruh personil TNI berkumpul dalam kondisi siaga disekitar lokasi kejadian. Tidak lama datang Kepala Bagian Operasi Polres Lubuklinggau disusul Kanit Intel Polres Ipda Asri dan langsung mengeluarkan pistol.

Melihat Asri mengeluarkan pistol anggota TNI yang sudah siaga sebelumnya langsung bereaksi untuk merebutnya sekaligus memukul dan menendang kepala Asri hingga terluka.

Akibat insiden tersebut hingga saat ini situasi di Lubuklingga masih memanas dan dikhawatirkan ada aksi balas. Sejumlah petinggi TNI - Polri menginstruksikan kepada jajarannya untuk tidak bergerak diluar kendali. Sedangkan dari pihak dinas penerangan TNI saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban.(SRK)

BAGIKAN