Monday, 16 November 2015

Dankormar : Selesaikan Teror Harus Dari Akar Masalah


 Jakarta,  Komandan Korps Marinir TNI AL, Mayjen TNI (Marinir) Buyung Lelana mengatakan bahwa harus diselesaikan dari akr permasalahan. Karena jika tanpa menyelesaikan akar masalahnya, mustahil aksi teror bisa ditiadakan.  Karena hal tersebut terkait dengan paham radikalisme yang dianut.

Pernyataan itu disampaikan Dankormar selesai mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksmana TNI Ade Supandi sebagai Inpektur Upacara perayaan HUT Marinir ke-70 terkait adanya aksi teror mematikan yang mengguncang Paris dengan korban jiwa lebih dari 129 orang pada Jumat malam 13/11) lalu.

Menurut pria yang pernah menjadi Direktur Konvensi dan Perekat Hukum pada Deputi III di Badan Nasional Penaggulangan Terorisme (BNPT) ini mengatakan bahwa Korps Marinir TNI AL memiliki sejumlah langkah antisipasi guna menangkal teror.

“Kami selalu berlatih menghadapi keadaan-keadaan teror yang sering berubah. Misalnya, jika teror itu terjadi di stadion olahraga, tempat-tempat ramai dan rawan, dan sebagainya. Ini operasi gabungan,” kata alumni AAL tahun 1983 ini.

Terkait dengan akar masalah teror itu, pria yang juga pernah dibesarkan di pasukan elit Intai Amfibi (Taifib) Marinir ini mengatakan bahwa masalah terorisme ini muncul dengan dipengaruhi banyak hal. “Itu meliputi banyak hal, namun berpulang pada ketidakadilan, kemiskinan, penindasan kaum, pemaksaan, pemiskinan, dan hal-hal seperti itu. Itu dulu selesaikan maka teror bisa dicegah,” kata Buyung

Pria yang pernah menjabat sebagai Komandan Lantamal XI Merauke ini mengatakan bahwa Korps Marinir TNI AL juga selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penyusupan paham radikalisme di antara personelnya.

Para anggotanya diminta untuk saling mengingatkan jika ada sesuatu yang menyimpang dari kelaziman terjadi di antara anggota lainnya. Hal ini, katanya, sudah menjadi sejenis prosedur tetap pengamanan personel yang selalu ditegaskan di semua lapisan satuannya.

"Misalnya, ada yang beda sendiri dalam kencenderungan berseragam, menyendiri dan anti sosial, sholat dengan cara berbeda, buku bacaannya radikal, dan sebagainya. Mereka ini kami ingatkan dan kami bimbing agar kembali ke lingkungan yang sesuai norma keprajuritan Korps Marinir TNI AL," kata pria yang dikenal dia sebagai Jenderal yang peduli terhadap pelestarian terumbu karang ini.

Teror dan jaringannya, ujarnya, sebetulnya bisa dicegah secara cukup efektif jika jaringan intelijen dan pelibatan masyarakat bisa maksimal. Informasi awal sering diperoleh dari masyarakat.

Seperti diberitakan dari Paris, dilaporkan pada Minggu pagi, bahwa juru bicara Kejaksaan Paris, Agnes Thibault-Lecuivre, menyatakan, delapan ekstrimis tewas sesudah serbuan mereka itu, tujuh di antaranya pelaku bom bunuh diri. 

BAGIKAN