Tuesday, 3 November 2015

Kasus 1965 (PKI) Dibawa ke Pengadilan Internasional Belanda, Apa Sikap Pemerintah?

“Perbuatan ini sangat merendahkan bahkan menjatuhkan Martabat dan Derajat Bangsa Indonesia di depan Negara yang pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun”
 Setelah upaya mendesak pemerintah meminta maaf secara resmi kepada keluarga besar eks PKI gagal, kini mereka berupaya membawa kasus tragedi 1965 atau yang dikenal dengan peristiwa Gestok (G30S/PKI) ke ranah pengadilan internasional di Belanda.

Hal ini diungkapkan oleh Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein melalui laman Facebook miliknya yang menganggap langkah ini sangat merendahkan martabat bangsa Indonesia dan seluruh prajurit TNI termasuk para kiyai atau pemuka agama yang pernah andil dalam upaya penyelamatan negara dari aksi kudeta berdarah yang dipelopori oleh Komunis (PKI) masa itu.

Digelarnya persidangan kasus 1965 di Belanda berdasarkan atas permintaan Nursyahbani Kacasungkana dan Todung Mulya Lubis pendiri The Law Office of Mulya Lubis and Partners.

Selain itu, Kivlan juga mengimbau agar pemerintah melalui Jokowi secara resmi menolak digelarnya persidangan kasus tahun 1965 di Belanda yang rencana akan dibuka pada 10 – 13 November 2015. Karena menurutnya lagi jika pemerintah bersikap diam bisa diartikan pemerintah ikut mendukung digelarnya persidangan tersebut dan melecehkan harga diri bangsa Indonesia dimata Iinternasional.

“Perbuatan ini sangat merendahkan bahkan menjatuhkan Martabat dan Derajat Bangsa Indonesia di depan Negara yang pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun” Tulis Kivlan dilaman facebook miliknya (2/11/2015). (CSE)

BAGIKAN