Sunday, 15 November 2015

Klaim China Atas Natuna Masalah Serius, Harus Dihadapi Maksimal

"Klaim China atas wilayah Indonesia adalah masalah serius yang harus hadapi bersama dengan upaya maksimum karena menyangkut kedaulatan,"
 Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra angkat bicara soal klaim China soal Laut Natuna.

Perairan Natuna berada di Kepulauan Riau ini secara sah masih bagian dari wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saran saya, pemerintah harus menelaah dengan mendalam dasar yang digunakan China dalam mengklaim wilayah Natuna," kata Yusril lewat pesan singkat yang diterima, Minggu (15/11/2015).
Sementara itu, pemerintah juga diminta untuk menyiapkan dokumen-dokumen historis, sosiologis dan legal yang menjadi dasar untuk menegaskan bahwa Natuna adalah wilayah Indonesia.

"Klaim China atas wilayah Indonesia adalah masalah serius yang harus hadapi bersama dengan upaya maksimum karena menyangkut kedaulatan," kata Yusril.

Dia juga menyarankan pemerintah jangan buru-buru membawa klaim China atas Natuna ke Mahkamah Internasional (International Court of Justice). Pemerintah katanya harus membangun dan membangkitkan kesadaran rakyat bahwa ada negara lain yang mengklaim wilayah Indonesia yang sah.

"Dengan demikian klaim wilayah kedaulatan Indonesia oleh negara asing adalah masalah bangsa dan bukan semata masalah Pemerintah," katanya

Menurutnya, pemerintah harus hati-hati membuat pernyataan menanggapi klaim China ini, agar tidak menjadi boomerang yang justru menyulitkan posisi Indonesia. Persiapan yang paling penting dalam mempertahankan keutuhan wilayah adalah stabilitas politik dan kekuatan ekonomi negara.

"Diplomasi internasional dan kekuatan militer juga harus disiapkan dengan sungguh-sungguh menghadapi klaim wilayah atas Natuna ini," katanya.

Dirinya menyebutkan, klaim atas wilayah Natuna yang sah hakikatnya, berbeda dengan saling klaim beberapa negara atas wilayah Spartley di Laut China Selatan. (SRK/TribunNews)

BAGIKAN