Friday, 27 November 2015

Mikhail Galuzin Sebut Aksi Turki Tindakan Pengecut


 Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin mengatakan, aksi militer Turki yang menembak jatuh pesawat tempur Rusia di wilayah perbatasan adalah tindakan pengecut dan kriminal.

"Apa yang dilakukan oleh Turki adalah tindakan pengecut dan tindakan kriminal. Pilot kami sejak awal sampai akhir kejadian berada di langit Suriah," kata Galuzin dalam jumpa persnya di Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Rabu (25/11/2015).

Dikatakan Galuzin, fakta di lapangan menunjukkan jika pesawat tempur Rusia berada di wilayah udara Suriah yang diperuntukkan untuk memerangi ISIS dan kelompok teroris.

"Pesawat tempur Rusia ditembak dalam jarak 1 kilometer dari wilayah udara Turki. Puing-puing pesawat Rusia ditemukan 4 kilometer dari wilayah perbatasan Turki. Ini adalah bukti jika pesawat Rusia tidak melakukan pelanggaran batas wilayah," tegasnya.

Atas aksi yang dilakukan oleh Turki ini, Galuzin menyatakan, pemerintahnya akan mengambil sikap yang tegas. "Kami sangat terkejut dengan kejadian. Presiden Vladimir Putin menginginkan tidak ada toleransi atas tindakan kriminal ini. Kami akan menanggapi insiden ini dengan serius. Salah satunya adalah dengan membatalkan kunjungan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov ke Turki untuk melakukan pembicaraan strategis," tukas Galuzin.

Rusia Tuding NATO dan Turki Menikmati Minyak ISIS
Duta Besar Rusia, Mikhail Galuzin menuding Turki dan NATO mendukung kelompok ekstrimis ISIS. Pasalnya, NATO dan Turki ikut menikmati minyak ilegal dari ISIS.

"Kami mempunyai bukti jika Turki melakukan perdagangan minyak ilegal dengan ISIS di wilayahnya. Dan, Turki kemudian menjualnya ke negara lain," kata Galuzin dalam jumpa persnya di Kedubes Rusia, Jakarta, Rabu (25/11/2015).

Ia kemudian mengungkapkan bagaimana reaksi negara-negara Barat saat Rusia mulai melakukan operasi udara di Suriah. Mereka beramai-ramai mengutuk tindakan Rusia yang membombardir sejumlah basis, fasilitas, dan sejumlah kilang minyak milik ISIS.

"Padahal, kami melakukan itu berdasarkan permintaan dari Pemerintah Suriah untuk memerangi ISIS. Itu kenapa, NATO dan Turki melawan Rusia, sebab mereka memang mendukung ISIS. Mereka melakukan hal itu karena minyak yang dimiliki oleh ISIS," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi informasi jika ISIS telah berhasil mengirimkan sejumlah minyak mentah dari kilang-kilang minyak yang dikuasai kelompok itu ke wilayah Turki.

Putin lantas mengatakan, jika militan ISIS memperoleh ratusan juta dolar dari perdagangan minyak dan menikmati perlindungan dari Angkatan Bersenjata "dari seluruh pemerintah," maka tidak heran mereka bisa berperilaku begitu berani. (SRK/SindoNews)

BAGIKAN