Wednesday, 25 November 2015

Pembalasan Prancis, Kapal Induk Nuklir dengan 26 Jet Hajar ISIS

”Inggris akan melakukan semua dalam kekuasaan kami untuk mendukung teman dan sekutu kami Prancis untuk mengalahkan kultus kematian jahat ini,"
 Kapal induk bertenaga nuklir Prancis, Charles de Gaulle, untuk pertama kalinya meluncurkan misi pembalasan terhadap ISIS di Irak dan Suriah, sepuluh hari setelah rentetan teror di Paris. Sebanyak 26 pesawat jet tempur melesat dari kapal induk di Mediterania itu dan membombardir basis-basis ISIS.

Serangan Prancis terhadap basis-basis kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) itu dimulai sejak Senin (23/11/2015) kemarin. Militer Prancis melalui Twitter mengkonfirmasi bahwa pesawat-pesawat jet tempur mereka telah menghantam dua sasaran ISIS di Irak.

Kehadiran 26 pesawat jet tempur Prancis dari kapal induk Charles de Gaulle menambah kekuatan tempur Prancis menjadi tiga kali lipat. Sebab, sebelumnya Prancis sudah menempatkan 12 pesawat pesawat jet tempurnya di Uni Emirat Arab (UEA) dan Yordania, yang terdiri dari enam pesawat jet tempur Rafale dan enam pesawat jet tempur Mirage-2000.

Kapal induk Charles de Gaulle telah ditempatkan di Mediterania sejak Sabtu pekan lalu. Prancis meluncurkan misi balas dendam setelah rentetan teror mengerikan di Paris yang diklaim dilakukan ISIS menewaskan 130 orang dan melukai 360 orang lainnya.

Setelah rentetan teror di Paris, Prancis telah bersumpah untuk "menggandakan” perlawanan terhadap ISIS. ”Kami akan mengintensifkan serangan kami, kami akan memilih target yang akan rusak untuk tentara teroris,” kata Presiden Prancis, Francois Hollande, seperti dikutip Russia Today.
Militer Rusia dan Prancis juga telah mulai bekerja sama dalam misi tempur terhadap ISIS, termasuk pertukaran data. Kerja sama itu menyusul perintah Presiden Vladimir Putin agar pasukan Rusia bekerja dengan Prancis.

Inggris juga telah menawarkan bantuannya untuk Prancis dalam membombardir ISIS di Suriah. Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengatakan bahwa London akan melakukan sepenuhnya untuk membantu Paris.

”Inggris akan melakukan semua dalam kekuasaan kami untuk mendukung teman dan sekutu kami Prancis untuk mengalahkan kultus kematian jahat ini," katanya. (CSE/SindoNews)

BAGIKAN