Sunday, 15 November 2015

Ryamizard : Laut China Selatan Halaman Bersama

Ini adalah foto udara pangkalan militer yang dibangun China diatas laut china selatan
“Yang memanas kan China dan Amerika Serikat, tidak ada hubungannya (dengan Indonesia). Ngapain kita pusing,"
 Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu menyatakan China sesungguhnya tak bersikap provokatif di Laut China Selatan. China, kata Ryamizard, tak bermaksud menyulut pertikaian antarnegara di wilayah perairan yang menjadi perbatasan sekaligus sengketa beberapa negara di Asia itu.

“Laut China Selatan adalah halaman kita bersama. Mari gunakan secara bersama-sama. China bilang begitu. Berarti mereka terbuka,” kata Ryamizard di Jakarta, Jumat (13/11).

Menurut mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu, isu ketegangan yang bergulir di Laut China Selatan merebak karena pemerintah China selama ini tak banyak bicara.

“Masalah pangkalan yang dibuat China di sana (Laut China Selatan), mereka mempersilakan negara lain untuk menggunakannya. Itu untuk persinggahan. Mereka yang bilang begitu. Tadinya mereka kan tidak pernah ngomong," ujar Ryamizard.

Tiap hari, ujar Ryamizard, ribuan kapal niaga melintasi Laut China Selatan, dan China tak pernah melancarkan agresi terhadap kapal-kapal itu. Hal yang sama juga mereka lakukan terhadao kapal militer negara lain.

Kementerian Pertahanan RI, kata Ryamizard, menjalin hubungan erat dengan otoritas pertahanan China. China pun, ujarnya, mempertimbangkan banyak saran dari pemerintah Indonesia karena RI dipandang sebagai negara agresor yang tidak berpihak pada satu kekuatan militer mana pun.

Ryamizard berkata, China bahkan sempat menawari Indonesia untuk melakukan patroli bersama di Laut China Selatan. Namun tawaran itu ditolak Kemhan. RI berpendapat, lebih baik China lebih dulu menawarkan hal itu ke negara-negara yang memiliki kepentingan langsung di Laut China Selatan.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan Indonesia tak terpengaruh apapun akibat memanasnya hubungan China dan Amerika Serikat di Laut China Selatan.

“Yang memanas kan China dan Amerika Serikat, tidak ada hubungannya (dengan Indonesia). Ngapain kita pusing," ujar Gatot awal pekan ini.

Saat ini Komandan Angkatan Laut China, Admiral Wu Seng Li, tengah berkunjung ke Indonesia untuk menerima tanda kehormatan Bintang Jalasena Utama dari pemerintah Republik Indonesia.

Bersasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 83/TK/2014, Wu Seng Li disebut telah berjasa dalam meningkatkan kerja sama antara Angkatan Laut Indonesia dan China. (SRK/CNNIndonesia)

BAGIKAN