Monday, 16 November 2015

Semarak, Peringatan HUT ke-70 Marinir TNI-AL

 Jakarta –, Korps Marinir TNI-AL merayakan hari jadinya yang ke-70 pada hari Minggu ini, 15 November 2015. Upacara perayaan digelar di lapangan hitan Ksatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan‎. Berbagai atraksi digelar dalam menyambut perayaan tersebut. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) dalam upacara tersebut.

Upacara HUT Marinir yang mengambil tema mengusung tema 'Kuat Bersama Rakyat Berkarakter Maritim' ini dimulai ditandai dengan adanya ledakan. Para tamu undangan dan masyarakat disuguhi atraksi manuver dari kendaraan tempur milik TNI AL, yakni tank amfibi BMP-3F, LVT-7 dan BVP-2 di tengah-tengah lapangan upacara,

Ketiga jenis tank yang bisa beroperasi di darat dan laut ini dikemudikan pasukan khusus siap tempur dan dilengkapi amunisi. Kendaraan perang ini meliuk-liuk indah, hingga membuat decak kagum yang melihatnya. Atraksi ini seperti ‎adegan perang. Setelah itu puluhan kendaraan lapis baja Marinir ini kembali memasuki lapangan upacara.

Setelah itu seluruh kendaraan lapis baja ini berhenti. Asap putih pekat yang dikeluarkan dari kendaraan lapis baja itu membuat pandangan ke lapangan upacara tertutup. Tak lama setelah itu kendaraan lapis baja ini kembali meninggalkan lapangan upacara.

Setelah udara kembali bersih maka terlihat ribuan prajurit Marinir TNI-AL telah berbaris dengan rapi dan terlihat gagah. Bertindak sebagai Komandan Upacara yaitu Kolonel Mar. Werijon yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Brigade Infanteri (Brigif) 3 Marinir yang bermarkas di Lampung.

‎Laksamana Ade Supandi mengatakan, upacara peringatan hari ulang tahun ke-70 Korps Marinir ini sengaja digelar berbeda dari perayaan sebelumnya, yakni dengan menggelar demonstrasi beberapa kesatuan khusus TNI AL.

‎”Upacara kali ini dilakukan secara berbeda, agar kita tahu secara organik kesatuan Marinir itu apa saja dan tiap-tiap fungsi satuan ini apa saja, meskipun hanya baru sedikit,” kata Ade di Markas Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (15/11/2015)‎.

Ade yang di saat melakukan inspeksi pasukan menggunakan  ank Amfibi Marinir BMP 3F ini berharap, masyarakat bisa termotivasi dengan kekuatan dan kekompakan serta kedisiplinan yang dimiliki prajurit TNI AL. “Semoga masyarakat bisa terinspirasi dengan soliditas kekuatan-kekuatan prajurit Marinir. Alhamdulillah, walaupun tadi mewakili bukan satuan utuh, tapi bisa menginspirasi bagi siapa pun,” kata Ade.

Ade Supandi juga mengatakan bahwa dalam usia ke-70 para prajurit TNI AL harus semakin profesional. Selain itu, alat utama sistem pertahanan (alutsista) TNI AL juga mesti mendapat perhatian khusus. “Usia 70 bukan lagi muda, harus semakin dewasa semakin matang dan memenuhi kebutuhan TNI Angkatan Laut dan sisi pemenuhan kekuatan marinir akan sejalan dari usia alutsista” kata alumni AAL tahun 1983 ini.

Menurutnya, TNI AL hingga saat ini masih menggunakan alutsista tahun 1960-an. Namun sedang proses peremajaan alutsista.‎ Dia menambahkan, selain penguatan di bidang sumber daya manusia (SDM), prajurit Marinir TNI AL juga harus dibarengi kualitas alutsista yang memadai.

"Bahwa Marinir saat ini masih mengunakan alutsista tahun 60-an, dan karena itu kita berharap diadakan peremajaan dan dimasukan dalam MEF dan diharapkan 2024 bisa kembali full 100 persen,” tutur perwira tinggi berpangkat bintang empat kelahiran Batujajar ini.

Untuk meramaikan ultah kali ini, 2 ribu Korps Marinir TNI AL, baik prajurit maupun perwira pejabat teras TNI AL  ikut turut serta dalam demonstrasi dan atraksi bela diri Wushu.‎ Selain itu ada serbuan kilat yang dilakukan prajurit Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) dan terjun payung yang dilakukan sebanyak  70 peterjun dari 3 Matra TNI dan Polri. 

BAGIKAN