Monday, 16 November 2015

TNI-AL Siapkan Denjaka dan Taifib untuk Bantu Polri Tumpas Teroris


 Jakarta - Di dalam perayaan ulang tahun Korps Marinir TNI AL yang ke-70 yang digelar di lapangan hitan Ksatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan pada Minggu, 15 November 2015 digelar pula atraksi atau demonstrasi beberapa kesatuan khusus mereka.

Di antaranya yakni dari Detasemen Jala Mengkara (Denjaka) dan Pasukan Intai Amfibi (Taifib). Dalam aktraksi tersebut, para prajurit terbaik Marinir ini memperlihatkan bagaimana caranya melaksanakan operasi senyap dengan cepat dan tepat.

Tak luput, atraksi terjun payung khusus menangani aksi terorisme maupun dalam keadaan perang juga diperlihatkan dengan sangat apik. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi menyatakan, kedua satuan pasukan khusus tersebut memang salah satunya disiapkan untuk membantu Polri dalam penanggulangan aksi terorisme.

Menurut Ade, pihaknya sudah siap mengantisipasi tindakan terorisme. Dan semua komponen bangsa harus solid memerangi terorisme karena mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sudah kita lakukan di komando gabungan khusus TNI AL yang  memiliki keahlian untuk penanggulangan teror ini. Tentu kita harus solid dengan Polri mengantisipasi terorisme,” ujar Ade.

Ade juga menyampaikan, bahwa TNI AL juga sudah menyiapkan Denjaka untuk mampu melakukan peperangan khusus, juga dalam penanggulangan terorisme. “Selain itu juga Taifib juga ini kan pasukan khusus juga. Jadi dua satuan TNI AL ini disiapkan (untuk menanggulangi terorisme), selain itu ada juga Pasukan Katak dalam satuan khusus TNI AL,” ujar alumni AAL 1983 ini.

Pria yang pernah menjabat sebagai Gubernur AAL dan Pangarmatim ini menegaskan bahwa, prajurit TNI AL berkewajiban penuh dalam menjaga wilayah perbatasan Indonesia termasuk di pulau-pulau terluar. “Komitmen tugas kita, operasi TNI salah satunya pengamanan perbatasan, termasuk pasukan Marinir yang jadi bagian operasi pengamanan perbatasan,” ucap pria yang pernah menjabat Komandan Kapal di 6 KRI yang berbeda ini.

Seperti diketahui Diketahui, sebuah bom meledak di luar Stade de France, Paris tempat laga persahabatan antara Perancis dan Jerman, Jumat (13/11/2015) malam. Selain bom, Paris juga diteror aksi penembakan di enam titik, akibatnya beberapa objek wisata di Paris pun ditutup sementara.

Pengelola Menara Eiffel mengumumkan bahwa obyek wisata ternama itu akan ditutup hingga waktu yang tidak terbatas mulai Sabtu (14/11/2015). Sebelumnya, pemerintah kota Paris telah memutuskan bahwa fasilitas umum, seperti perpustakaan, museum, gelanggang olahraga, universitas, dan sekolah, akan ditutup pada Sabtu akhir pekan ini.

BAGIKAN