Thursday, 17 December 2015

Bersiap Hadapi China, Vietnam Belanja Senjata Besar-Besaran


 Mewaspadai konflik yang mungkin terjadi dengan China, Pemerintah Vietnam mulai mempersiapkan diri dengan mengembangkan kekuatan militer mereka. Penambahan kekuatan militer ini merupakan yang terbesar sejak Perang Vietnam pada 1960-an.

Peningkatan kekuatan militer ini dilakukan seiring dengan ketegangan yang semakin meningkat di kawasan Laut China Selatan (LCS) yang menjadi wilayah sengketa. Vietnam berharap langkah itu dapat menjadi deterrence yang membuat China berpikir dua kali untuk melakukan aksi-aksinya di wilayah itu.

“Kami tidak menginginkan konflik dengan China, dan kami harus yakin pada kebijakan diplomasi kami. Tapi kami tahu bahwa kami harus siap untuk kemungkinan terburuk,” kata salah seorang pejabat senior Pemerintah Vietnam, sebagaimana dilansir, Reuters, Kamis (17/12/2015).

Strategi Vietnam dalam memandang ketegangan di LCS tampaknya lebih serius dari sekedar rencana persiapan. Vietnam dilaporkan telah menyiagakan kekuatan-kekuatan militer vitalnya, termasuk pasukan elit Divisi 308-nya.
Vietnam juga dikabarkan telah melakukan pembelian alutsista canggih dari Rusia, termasuk di antaranya enam unit kapal selam kelas Kilo dan berencana untuk membeli jet tempur dan pengebom. Kapal selam pertama yang didatangkan telah beroperasi dan berpatroli di daerah perairan strategis.

Selain itu, Vietnam juga tengah melakukan pembicaraan dengan produsen senjata di Amerika Serikat (AS) dan Eropa untuk membeli pesawat pengintai dan drone untuk mengawasi perairan mereka.

Pembangunan infrastruktur sipil dan militer yang dilakukan China di LCS sejak pertengahan tahun ini semakin meningkatkan ketegangan antara Beijing dan Hanoi. Kedua negara yang berseteru dalam klaim Kepulauan Spratly dan Paracel di LCS dikhawatirkan akan kembali terlibat dalam seperti yang terjadi pada 1979 silam. (SRK/Okezone)

BAGIKAN