Thursday, 24 December 2015

Kisah Enam Prajurit Kostrad Bantu Wanita Melahirkan di Truk


 Enam anggota TNI Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI - RDTL Yonarmed 11/Kostrad mungkin tidak pernah terbayangkan akan melakukan tugas di luar tugas mereka sebagai Satgas Pengamanan Perbatasan. 

Keenam anggota TNI itu diminta membantu persalinan seorang ibu yang tinggal di daerah perbatasan, tepatnya di wilayah Oepoli, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Senin malam, 21 Desember 2015.

Uniknya lagi, sang ibu yang didampingi suaminya melahirkan di atas truk TNI, yang hendak membawa ibu tersebut ke RSUD Kefamenanu.

Ya, suami dari ibu yang melahirkan itu sebelumnya mendatangi Pos Oepoli meminta bantuan kendaraan untuk membawa istrinya ke RSUD Kefamenanu, yang jaraknya sangat jauh dari tempat tinggalnya. Sebab, istrinya akan melahirkan beberapa jam ke depan. Tanda-tanda persalinan sudah tampak.

Benar saja, setelah delapan jam melewati perjalanan panjang dengan kondisi jalanan yang sangat sulit, akhirnya Elisabeth terpaksa melahirkan di atas truk sebelum tiba di RSUD Kefamenanu. Elisabeth melahirkan di saat truk memasuki Desa Naikake B.

Anggota Satgas Yonarmed 11/Kostrad yang juga bertugas sebagai sopir truk TNI dari Pos Oepoli, Kopda Aprianto, mengakui dia bersama lima orang temannya dari Satgas Pamtas TNI turut membantu proses persalinan Ibu Elisabeth. Sekalipun tidak semuanya anggota TNI yang membantu persalinan sudah berkeluarga.

Prajurit Satgas Yonarmed 11/Kostrad yang turut mendampingi Elisabeth hingga proses persalinan selesai yakni, Serda I Gede sebagai Bintara Kesehatan, Kopda Aprianto sebagai sopir truk, dan empat anggota lainnya, yakni Praka Tri Sutarto, Praka Safi'i, Pratu Deni Agung dan Pratu Rifai.

Menurut Aprianto, tiga anggota lainnya belum menikah. Namun meski masih berstatus lajang, tiga anggota yang belum menikah mengaku sangat terharu melihat perjuangan Elisabeth melahirkan anaknya dengan segala keterbatasan.

"Kami bangga bisa menjadi prajurit yang berhasil membantu proses persalinan meskipun belum mempunyai pengalaman hidup berkeluarga," kata Aprianto.

Kopda Aprianto mengaku banyak kendala sepanjang perjalanan dari Oepoli menuju Aplal, Kecamatan Mutis. Seperti melewati beberapa anak sungai yang mulai meluap dan belum dibangun jembatan. Belum lagi banyak ditemui jalanan rusak dan licin setelah diguyur hujan, sehingga truk yang mengangkut Elisabeth tidak bisa melaju dengan cepat.

Dari Oepoli kabupaten Kupang menuju Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, truk TNI ini harus melintasi beberapa anak sungai dengan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan dan cukup menantang.

Untuk bisa sampai ke Kabupaten Timor Tengah Utara pun, terbatas hanya kendaraan roda empat yang menggunakan derek yang bisa melintas di jalur jalan itu.

Lantaran jalur jalannya mendaki dan menurun sehingga waktu tempuh yang semula enam jam bisa mencapai delapan jam untuk bisa tiba ke Aplal, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timur Tengah  Utara. (CSE/Viva)

BAGIKAN