Saturday, 2 January 2016

Aksi TNI Paling Membanggakan Sepanjang 2015


 Tinta emas dicatatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sepanjang tahun 2015. Pasukan penjaga kedaulatan NKRI ini tak hanya mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional, tapi juga menjaga keamanan dalam negeri dari segala ancaman.

Prestasi pertama yang diraih adalah keberhasilan TNI Angkatan Darat dengan menorehkan gelar juara umum di kejuaraan menembak di Australia. Indonesia berhasil menyapu sejumlah medali emas yang dilombakan.

Di samping prestasi itu, yang lebih membanggakan lagi, gelar juara umum dengan menggunakan senapan buatan dalam negeri. Sukses ini membuat negara-negara peserta curiga, di mana TNI dianggap berbuat curang.

Sementara dalam hal keamanan, TNI Angkatan Udara berhasil mengusir sejumlah pesawat asing yang masuk ke wilayah Indonesia. Prestasi serupa juga ditorehkan TNI Angkatan Laut dalam menanggulangi aksi pencurian ikan oleh kapal-kapal asing.

Berikut aksi TNI paling membanggakan sepanjang 2015 :

1. Juara dunia menembak di Australia
Di awal tahun, sebuah prestasi membanggakan diukir TNI di pentas internasional. Indonesia dipastikan meraih kemenangan mutlak dalam Lomba Tembak Tahunan yang diselenggarakan oleh Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tanggal 2-23 Mei 2015 di Puckapunyal, Victoria.

Lomba tersebut diikuti oleh 17 tim dari 14 negara. Sampai saat ini, Indonesia unggul di posisi pertama dengan raihan 32 emas, 15 perak dan 20 perunggu.

Sedangkan, tuan rumah Australia menempati urutan kedua dengan perolehan 6 medali emas, 15 perak dan 20 perunggu. Disusul Brunei Darussalam di urutan ketiga dengan 5 emas, 4 perak dan 1 perunggu. TNI bisa dikatakan menang telak dengan selisih sangat jauh dari negara lain, sementara US Army tak meraih medali apapun.

Duta Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, memuji prestasi yang diraih regu tembak Indonesia. "Prestasi yang membanggakan ini menunjukkan betapa tangguhnya anggota TNI dan persenjataan buatan Indonesia di medan laga," ujar Dubes Nadjib.

Atase Militer KBRI Canberra, Taufan Gestoro, yang mendampingi tim Indonesia selama perlombaan menambahkan semangat TNI begitu luar biasa. "Di bawah tekanan dan kompetisi internasional yang ketat, para peserta dari TNI bertanding dengan semangat yang luar biasa dan menyelesaikan tiap kompetisi dengan profesionalisme dan skill yang tinggi," kata Taufan.

Selama perlombaan, tim Indonesia menggunakan empat jenis senjata, yaitu senapan buatan dalam negeri SS-2 V-4 Heavy Barrel dan pistol G-2 (Elite & Combat) dari PT Pindad, senapan SO-Minimi buatan Belgia, senapan GPMG (General Purpose Machine Gun) buatan Belgia, dan senjata sniper AW buatan Inggris.

2. Tenggelamkan kapal asing pencuri ikan
Semenjak kepemimpinan Susi Pudjiastuti, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kerap menenggelamkan kapal asing sebagai hukuman atas tindak pidana pencurian ikan (illegal fishing) di wilayah NKRI.

Dari data kementerian, saat ini masih ada 70 kapal yang menunggu untuk ditenggelamkan, setelah proses persidangan selesai.

Sekretaris Jenderal KKP, Sjarief Widjaja mengatakan, 70 kapal yang belum ditenggelamkan itu masih dalam proses hukum setelah mengajukan kasasi.

Jumlah tersebut merupakan sisa dari 107 kapal yang sudah ditenggelamkan dari 177 kapal yang telah ditangkap sepanjang 2015.

"Pengadilan ada prosesnya, kita berharap bisa memenangkan perkara lagi. Ada 70 kapal yang masih dalam proses (pengadilan), jadi kami masih punya stok untuk ditenggelamkan," katanya seperti ditulis Antara, Selasa (29/12).

Penenggelaman kapal ini dipimpin langsung oleh Kepala pelaksanaan Harian Satgas 115 Laksamana Madya TNI Widodo. Penenggelaman terakhir dilakukan Kamis (31/12) kemarin, terdapat 10 kapal asing uang ditenggelamkan.

3. Force down pesawat asing
Sepanjang tahun 2015, TNI berhasil memaksa turun (force down) sebuah pesawat asing yang melintasi udara Indonesia. Pesawat Cirrus Fixed Wing Single Engine milik Amerika Serikat (AS) melanggar wilayah udara di Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (9/11).

Pesawat jenis penumpang itu terdeteksi radar Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohudnas) sebagai penerbangan gelap.

"Melalui komunikasi radio, TNI Angkatan Udara sudah berupaya meminta agar pesawat tersebut mendarat di Tarakan, tetapi pilot pesawat Cirrus Fixed Wing Single masih tetap membandel dan tidak mau mendaratkan pesawat di Lanud Tarakan," Komadan Lanud Tarakan Letkol Pnb Tiopan Hutapea dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/11).

Kendati demikian, Letkol Pnb Tiopan mengatakan pihaknya langsung menyiapkan pesawat Sukhoi untuk melakukan pencegatan. Pesawat asing tersebut dipaksa turun (forced down) di Lanud Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), pada pukul 14.25 Wita.

"Pesawat Pilatus N-90676 yang diawaki seorang penerbang Letkol James Patrick Murphy seharusnya hanya boleh melintasi wilayah udara flight information region (FIR) Filipina dan Malaysia, tetapi dalam kenyataannya melakukan pelanggaran dengan memotong jalan melintasi wilayah udara FIR Indonesia.

Tak semua pesawat asing yang dipaksa turun TNI AU, banyak di antaranya yang diusir paksa ketika melintasi udara RI tanpa izin, termasuk pesawat milik Arab Saudi.
.
4. Penanggulangan kebakaran hutan
Kebakaran hutan yang melanda hutan di Sumatera dan Kalimantan telah menjadi perhatian internasional. Apalagi, kabut asap yang ditimbulkannya begitu pekat hingga membuat sesak masyarakat sekitar hingga ke Malaysia dan Thailand.

Untuk mengatasi api yang terus berkecamuk di dua pulau tersebut, TNI menerjunkan lebih dari 1.000 personelnya ke titik-titik api. Mereka berjuang keras menembus pekatnya kabut asap agar api cepat padam.

Sejak ditugaskan pada tanggal 12 September hingga 8 Oktober 2015, Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan telah berhasil memadamkan 1.841 titik api dan 1.322 titik asap yang terjadi di empat Provinsi.

TNI berhasil padamkan 3.163 titik api dan asap dari 3.289 titik api akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di empat provinsi seperti Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Memang belum bisa padam sempurna, tapi TNI terus berusaha melakukan yang terbaik.

Sementara dalam upaya pemadaman kebakaran hutan yang terjadi di empat Provinsi tersebut TNI mengerahkan sejumlah alutsistanya di antaranya 3 unit Pesawat Hercules C-130, 4 unit Pesawat Cassa, 3 unit Helikopter, 16 unit Eskavator, 15 unit Mobil Tanki Air dan 227 unit Mesin Pompa Air. (Nedi/Merdeka)

BAGIKAN