Thursday, 25 February 2016

Gubernur : Rekonstruksi Ketenagakerjaan Strategi Jatim Menangkan MEA


 Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo menyatakan pihaknya sedang melakukan rekonstruksi ketenagakerjaan dari tingkat dasar menuju tingkat menengah. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Jawa Timur dalam upaya memenangkan kompetisi ketat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Tahun 2019, kita targetkan komposisi tenaga kerja tingkat menangah Jawa Timur sudah diproduksi besar-besaran. Rekonstruksi ketenagakerjaan sudah dimulai dengan mendirikan SMK mini bahkan dipersiapkan untuk berkerja di negara-negara besar seperti Jerman, Inggris dan Amerika,” terangnya diwawancarai JNR usai acara Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2016, di Shangri La, Kamis (25/2).

Pemprov, sambung Gubernur, juga telah menyiapkan fasilitas pinjaman lunak dengan bunga maksimal hanya 9 persen di Bank UMKM dan Bank Tani. Fasilitas ini sengaja disediakan untuk mendorong lulusan SMK, Perguruan Tinggi dan masyarakat pada umumnya agar menggeluti dunia entrepreneur. “Bahkan  mantan ketua BEM sudah mulai ada yang menjalani usaha penggemukan sapi dan agro. Itu adalah langkah konkret,”ungkap Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur.

Menurut Pakde, tanaga ahli  luar negeri yang mulai ramai berdatangan ke Indonesia tidak perlu terlalu dirisaukan karena pada saat yang sama Jatim juga mengirim tenaga ahlinya ke negara lain. Melalui standarisasi dan sertifikasi tenaga kerja Jatim akan diakui dan mudah diterima di negara lain. “Menjelang olimpiade Jepang membutuhkan sebanyak 300 ribu tenaga kerja, Jerman hingga 2025 memerlukan 5 juta tenaga kerja. Justru negara maju banyak memerlukan tenaga kerja kita,” jelasnya.

Pakde menjelaskan saat ini tenaga ahli Jawa Timur sudah cukup banyak yang bekerja di Korea selatan, Vietnam dan Malaysia. Adanya kekhawatiran Jatim atau pada umumnya Indonesia akan kalah pada MEA adalah berlebihan. Pasalnya, Jatim tahun 2016 juga sudah beralih menjadi provinsi industri, salah satu caranya yakni membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan memenuhi kualifikasi dunia kerja internasional.

Terkait Provinsi Industri, pihaknya juga berupaya meningkatkan infrastruktur untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil di Jawa Timur. Salah satunya dengan memperbanyak jumlah lapangan terbang kabupaten/kota seperti bandara di Bawean di Gresik. Jatim memiliki lapangan terbang yang dikelola oleh pemerintah provinsi`yakni lapangan terbang Abdurrahman Saleh, serta tol yang dikelola oleh provinsi dari Gresik sampai Begundi. “Kita bangun infrastruktur, kita kelola dari negara, 37 ribu hektare lahan kita siapkan untuk investasi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Nelson Tampubolon mengatakan meski tahun lalu perlambatan ekonomi domestik dan global berimbas pada penurunan kinerja industri keuangan namun berhasil dilewati dengan tingkat ketahanan perekonomian dan industri jasa keuangan yang baik. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi yang dilakukan pemerintah, otoritas  dan industi dalam memitigasi berbagai resiko yang dihadapi.

Tahun 2016, ia melanjutkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan rangkaian paket kebijakan yang fokus pada peningkatan pendanaan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) untuk UMKM dan pembiayaan perumahan. Selain itu, OJK juga mengeluarkan beberapa kebijakan untuk merespon gejolak yang terjadi dipasar keuangan terutama untuk mengembalikan kepercayaan pelaku pasar.

Acara yang digelar oleh OJK Regional 3, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara ini mengusung tema “Mendorong pertumbuhan dan meningkatkan Daya Saing Dalam Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”. Selain Gubernur, hadir pula dalam kesempatan ini Kepala OJK Regional 3, Sukamto, Kepala Daerah, Konjen negara sahabat, TNI, Polisi dan perwakilan industri jasa keuangan di sektor keuangan, asuransi, sekuritas dan asosiasi industri jasa keuangan di Jatim. (Adi/Kominfo)

BAGIKAN