Thursday, 25 February 2016

Jelang Ujian Sekolah, Dindik Ajak Guru Kampanye Kejujuran


 Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya mengajak perangkat sekolah terutama guru kelas VI Sekolah Dasar (SD) untuk mengkampanyekan kejujuran pada siswa. Meski Ujian Sekolah (US) masih akan dilaksanakan dua bulan mendatang tepatnya 16 Mei namun penguatan nilai kejujuran dalam mengerjakan soal perlu dibangun sejak dini.  

Kepala Dindik Surabaya, Ikhsan mengatakan penanaman nilai kejujuran dalam diri siswa merupakan sebuah hal yang sangat berharga. Sifat jujur menjadi bekal utama dalam meraih keberhasilan yang hakiki. Menurutnya, selama ini pelaksanaan US berjalan dengan baik karena baik guru maupaun para siswa sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan kemandirian anak.

“Apapun hasilnya yang paling penting ialah bagaimana menanamkan nilai kejujuran dan kemandirian,” terangnya pada ratusan guru di ruang aula kantor Dindik Surabaya, Rabu (24/2).

Dirinya mengajak para guru untuk mendorong para siswa tetap jujur. Hal tersebut jauh lebih berharga dari pada lainnya. Dengan keberhasilan menanamkan kejujuran kepada diri anak merupakan sebuah kebanggaan yang tidak ternilai harganya.

Ia mengimbau para guru untuk memberikan penguatan kepada siswanya. Selain memberikan pelajaran rutin, sekolah juga dapat melatih para siswa dengan mengerjakan soal-soal try out.  Ditambah lagi dengan mengikuti bimbingan belajar (bimbel),  para guru juga diharapkan menyiapkan beragam strategi dalam mendampingi para siswa menyiapkan US.

Selama ini, Ia mengungkapkan, pihaknya tidak pernah memakai jalan pintas untuk mendapatkan nilai yang tinggi, namun melalui latihan soal dan diiringi dengan doa dan ikhtiar. Para guru dapat mengkomunikasikan dengan baik mengenai berbagai hal terkait persiapan US. “Penguasaan materi anak juga harus dipantau, agar jika terjadi kesulitan dalam belajar segera mendapatkan pendampingan,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar, Eko Prasetyoningsih menjelaskan visi dan misi pendidikan di Surabaya yakni mengembangkan semua potensi anak, baik pada bidang akademik maupun non akademiknya. Pihaknya akan berikan wadah dalam meningkatkan berbagai prestasi anak. Menurutnya, pengembangan strategi mengajar harus menitikberatkan kepada perkembangan otak kanan dan kiri agar seimbang nantinya. (Adi/Kominfo)

BAGIKAN