Monday, 22 February 2016

Pentagon Minta Rusia Jangan Serang Pasukannya yang Bercokol di Suriah


Jalannya konflik Suriah belakangan ini, mengarahkan kemenangan gemilang pasukan Suriah (rezim Presiden Bashar al-Assad) terhadap organisasi teroris ISIS maupun pihak oposisi.
 Amerika Serikat (AS) via Pentagon atau Kementerian Pertahanannya, menguraikan permintaannya pada Rusia, untuk tidak menyerang beberapa area di Suriah yang ternyata, terdapat beberapa personel pasukan khusus AS.

Jalannya konflik Suriah belakangan ini, mengarahkan kemenangan gemilang pasukan Suriah (rezim Presiden Bashar al-Assad) terhadap organisasi teroris ISIS maupun pihak oposisi, berkat gencarnya bantuan serangan udara Rusia.

Agresi mereka pun dilancarkan di banyak front di berbagai wilayah Suriah. Oleh karenanya, Pentagon “terpaksa” membocorkan lokasi-lokasi operasi dan penempatan pasukan mereka, agar tak terkena serangan udara Rusia.

“Kami menyediakan area geografis, di mana kami minta pada mereka (Rusia) untuk dijauhi, lantaran adanya risiko (serangan) terhadap militer AS,” tutur juru bicara Pentagon, Peter Cook, dinukil Sputnik, Minggu (21/2/2016).

Pentagon mengajukan permintaan ini dengan mendasarkan penetapan MoU (Memorandum of Understanding) atau nota kesepahaman, antara AS dan Rusia yang sama-sama diteken kedua pihak pada Oktober 2015 lalu.

Inti dari MoU itu berisikan bahwa, terlepas dari berbagai perbedaan kebijakan terkait Suriah, Rusia dan AS harus saling menjaga protokol keamanan operasi di Suriah.

“Langkah ini kami ambil untuk berusaha menjaga keselamatan mereka (tentara AS) di situasi berbahaya dan permintaan ini kami layangkan pada Rusia, dalam lingkup MoU yang sampai saat ini, dihormati Rusia,” tutupnya. (CSE/OkeZone)

BAGIKAN