Monday, 29 February 2016

Tangani Banjir Sampang, Pemprov Usulkan Rumah Pompa Ke Pusat


 Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan langkah-langkah dalam penanganan banjir di Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang. Langkah tersebut diantaranya mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membangun pintu gerak dan rumah pompa penyedot air.

“Kabupaten Sampang daerahnya rendah jika hujan sebentar saja mudah digenangi air dan laut pasang pasti banjir. Kita mengusulkan kepada Kementrian PU untuk melakukan pembuatan pintu gerak dan pompa air penyedotnya,” Kata Wakil Gubernur Jatim,H Saifullah Yusuf di lokasi banjir Kecamatan Sampang, Minggu (28/2).

Menurut Gus Ipul, dengan usulan ini diharapkan akan mampu meminimalisasiancaman banjir ketika hujan deras. Laporan dari BPBP Jatim dan Sampang saat ini ada 13 desa dan kelurahan terdampak banjir termasuk Ponpes Kyai Alwi.

Melihat situasi geografis rendah, tidak bisa jika dilakukan pengerukan saja di Sungai Kali Kemuning yang selalu meluap tersebut. Dengan adanya pintu gerak, akan mampu membendung air laut yang sedang pasang meluap ke permukiman penduduk.“Tidak cukup hanya kalinya dikeruk,harus ada pompa air dan pintu gerak. Saat ini Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur sedang melakukan studi penanganan banjirini,” katanya.

Dia mencontohkan,penanganan banjir di Semarang yang sekarang hampir tidak ada banjir dikarenakan pompa airnya banyak. Selain pompa air, jugadilakukan sudetan untuk memecah air tidak masuk kota. “Intinya dihilirnya lebih sempit daripada dihulunya. Ini yang akan dicarikan solusinya,” tegasnyamelalui siaran pers humas Setdaprov.

Saat ini,dukungan yang dilakukan pemerintah dalam jangka pendek yakni dukungan kepada warga sekitar 11 ribu KKdi 13 kelurahan dan desa dengan pembuatan dapur umum, dukungan pelayanan kesehatan. Bila belajar dari tahun lalu leptospirosis (air kencing tikus) yang bahaya bagi manusia korban banjir.

“Pemerintah bekerjasama dengan Fakultas kedokteran Unair, rumah sakit dr Sutomo dan rumah sakit Sampang. Dalam perkiraan BPBD banjir akan susut dalam dua hari lagi, dan hal ini yang harus diwaspadai,” katanya.

Untuk penanganan banjir, Gus Ipul menyatakan bahwa sebagaian besar warga yang kebanjiran tidak mau mengungsi sehingga aparat gabungan akan keliling untuk mendisribusikan makanan maupun selimut serta kebutuhan lainnya.

Kepala Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur,M Dachlan menjelaskan, banjit terjadi dikarenakan daratan Sampang rendah minus 80 meter dari dataran,belum lagi sungainya bisa minus 2 Meter, Permukaan air laut setinggi 1,17 Meter dari dataran. Apabila air pasang, makaair laut akan masuk ke kota karena sungai kemuning ikut meluber.

“Kita akan melakukan short cut sepanjang 3 km di Karangdalem dengan harapan air di sungai Kemuning yang ada pintu airnya bisa mengatur debit air yang akan masuk ke kota. Sekarang kita sudah ada studinya dari sungai brantas,” jelasnya. (Adi/Kominfo)

BAGIKAN