Thursday, 3 March 2016

Angka Sementara 2015, Produksi Padi Jatim 13,15 juta Ton


 Angka Sementara (ASEM) 2015 produksi padi Provinsi Jawa Timur sebesar 13,15 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Dibandingkan dengan produksi padi tahun 2014 Angka Tetap (ATAP) sebesar 12,40 juta ton terjadi kenaikan produksi sebanyak 757,92 ribu ton atau 6,11 persen.

 Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono, saat konferensi pers di kantornya Jl Rungkut Industri Surabaya, Kamis (3/3) mengatakan, kenaikan produksi padi ini disebabkan adanya kenaikan luas panen sebesar 79,44 ribu Ha atau 3,83 persen dan tingkat produktivitas sebesar 1,32 kuintal per hektar atau 2,21 persen.

Realisasi produksi padi Jawa Timur pada subround (SR) I Januari-April 2015 sebesar 6,37 juta ton GKG. Bila dibandingkan dengan SR I 2014 atau 6,26 juta ton GKG terjadi kenaikan sebesar 110,94 ribu ton GKG atau telah naik 1,77 persen.

Kenaikan produksi pada SR I 2015 terhadap SR I 2014 tersebut karena adanya kenaikan produktivitas sebesar 2,61 kuintal/hektare atau 4,35 persen dari 59,96 kuintal/hektare menjadi 62,57 kuintal/hektare, sedangkan luas panen mengalami penurunan sebesar 25,76 ribu hektare (-2,47 persen) dari 1,04 juta hektare menjadi 1,02 juta hektar.

Realisasi produksi padi Jawa Timur subround II pada Mei-Agustus 2015 sebesar 4,58 juta ton GKG. Bila dibandingkan dengan SR II pada 2014 sebesar  4,12 juta ton GKG terjadi kenaikan sebesar 460,44 ribu ton GKG atau naik 11,17 persen.

Sementara kenaikan produksi pada SR II 2015 terhadap SR II 2014 tersebut karena adanya kenaikan luas panen sebesar 82,90 ribu hektare atau 11,62 persen.  Meskipun produktivitas mengalami penurunan sebesar 0,23 kuintal per hektare atau -0,40 persen dari 57,77 kuintal/hektare menjadi 57,54 kuintal/hektare.

Sedangkan realisasi produksi padi Jawa Timur subround III antara September-Desember 2015 sebesar 2,20 juta ton GKG. Bila dibandingkan dengan SR II 2014 sebanyak 2,01 juta ton GKG, terjadi kenaikan sebesar 186,54 ribu ton GKG atau naik 9,27 persen.

Kenaikan produksi pada SR III 2015 terhadap SR III 2014 karena adanya kenaikan luas panen sebesar 22,30 ribu hektare atau 7,08 persen dan juga produktivitas sebesar 1,30 kuintal per hektare (2,03 persen) dari 63,95 kuintal/hektare menjadi 65,25 kuintal/hektare.

Sementara menurut pantauan reporter JNR pada Kamis (3/3)-2016 harga kebutuhan pokok lainnya seperti beras stagnan cenderung mulai turun karena pada Februari ada beberapa daerah yang sudah mulai panen.. Sehingga  harga beras di Jawa Timur khususnya di pasar beras Bendul Merisi di Surabaya cenderung stabil rata-rata Rp 9.000-12.000/kg. Harga beras kelas medium IR 64 sebelumnya rata-rata Rp 9.500-10.000/kg kini turun menjadi Rp 9.000-9.500/kg dan beras premium Bengawan, pandan wangi Rp 10.500/kg serta beras premium mentik wangi dari Rp 12.000/kg. (Adi/Kominfo)

BAGIKAN