Tuesday, 8 March 2016

Dinkes Jatim Kawal Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional 2016


 Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim siap mengawal pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) 2016 yang digelar serentak 8-15 Maret.  

“Kami mengerahkan banyak tim untuk melakukan supervisi ke 38 kabupaten/kota se Jawa Timur selama pelaksanaan PIN Polio berlangsung,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinkes Jatim, drg Ansarul Fahrudda saat supervisi langsung ke lokasi pencanangan PIN di Balai Desa Asrikaton Kabupaten Malang, Selasa (8/3).

Dikatakan Ansarul, tim Dinkes bertugas melakukan pengamatan kepada tenaga kesehatan maupun kader-kader Posyandu saat memberikan imunisasi polio kepada anak usia 0 - 59 bulan di pos PIN yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Jika ditemukan permasalahan di lapangan, maka tim Dinkes segera memberikan petunjuk atau bantuan yang bersifat langsung guna mengatasinya. Dengan adanya supervisi ini diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kinerja tenaga kesehatan maupun kader-kader Posyandu dalam memberikan imunisasi polio,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, PIN Polio merupakan imunisasi tambahan anak usia 0-59 bulan tanpa melihat status imunisasi polio rutinnya yang telah didapat semasa bayi di pos PIN. Tujuan dilakukannya PIN, mendukung eradikasi polio di dunia pada akhir tahun 2020, meningkatkan imunitas terhadap polio di masyarakat dengan minimal cakupan kurang > 95% terutama menjangkau sasaran yang tidak pernah di imunisasi dan memberikan booster/ tambahan pada sasaran yang sudah diimunisasi serta memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada kelompok umur 0 – 59 bulan terhadap munculnya kasus polio yang disebabkan oleh virus sabin.

Untuk menyukseskan program nasional, Dinkes Jatim bekerjasama dengan seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota, Tim Penggerak PKK kabupaten/ kota, TNI/ POLRI, tokoh masyarakat, LSM, dan kader-kader kesehatan se Jawa Timur untuk bersama-sama mensukseskan pencanangan dan pelaksanaan PIN di wilayahnya masing-masing.

Bupati Malang, Rendra Kresna menyerukan kepada masyarakat agar sadar diri akan kesehatan dan lebih paham tentang pentingnya imunisasi, beliau menargetkan seluruh anak usia 0-59 bulan di wilayah kabupaten Malang dapat terimunisasi polio. “Kader Posyandu harus lebih pro aktif mencari anak yang belum terimunisasi, jika ada orang tua yang tidak bersedia anaknya diberikan imunisasi, maka harus membuat surat pernyataan tertulis,” tuturnya.

Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setda Prov Jatim, Siti Nurahmi mengharapkan pelaksanaan PIN Polio tahun 2016 ini dapat berjalan baik dan lancar. “Seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur diharapkan turut serta dalam mensukseskan pelaksanaan PIN Polio Tahun 2016 dalam rangka untuk mendukung eradikasi polio di dunia pada akhir tahun 2020,” ujarnya.

Dengan adanya Fatwa Halal MUI No 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi, diharapkan seluruh lapisan masyarakat tidak perlu  ragu membawa anak-anak mereka usia 0-59 bulan ke pos PIN terdekat untuk mendapatkan imunisasi polio secara gratis.(Adi/Kominfo)

BAGIKAN