Thursday, 3 March 2016

Koarmabar Lepas 8 KRI dan Kopaska untuk Patroli Laut Jawa

"Kami akan melakukan pengamanan secara terpadu melalui laut Jawa dan Laut Hindia, melalui kendali teknis Koarmabar, selain itu kita juga akan melaksanakan pengamanan di pelabuhan dan bandara untuk mengantisipasi terhadap potensi kerawanan yang ada,"
 Sebanyak 1000 anggota pasukan Komando Armada Kawasan Barat (Koarmabar), tiga tim Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan 8 kapal perang KRI, Rabu (2/3) dilepas dari Dermaga JICT Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk melakukan pengamanan Laut Jawa, Selat Sunda, Laut Cina Selatan, dan Samudera Hindia.

Pelepasan Satgas Pengamanan VVIP teersebut dimaksudkan untuk mengamankan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ke-5 yang berlangsung pada 6-7 Maret 2016 di Jakarta yang dihadiri 56 negara peserta dan 26 Kepala Negara.

Panglima Koarmabar, Laksamana Muda TNI A. Taufiqurrahman R, mengatakan pengamanan VVIP tersebut akan dilakukan selama enam hari ke depan dengan melakukan pengamanan secara optimal baik di permukaan, udara, dan bawah air dengan menyiagakan pasukan khusus.

"Kami akan melakukan pengamanan secara terpadu melalui laut Jawa dan Laut Hindia, melalui kendali teknis Koarmabar, selain itu kita juga akan melaksanakan pengamanan di pelabuhan dan bandara untuk mengantisipasi terhadap potensi kerawanan yang ada," ujar Taufiq, Rabu (2/3) pagi di dalam KRI 593 Banda Aceh yang sandar di Dermaga JICT.

Ia mengaku akan melakukan pengaman secara maksimal, karena operasi tersebut merupakan operasi militer selain perang dengan profesionalisme dan mampu mendeteksi ancaman terorisme seperti aksi teror di Thamrin beberapa waktu lalu.

"Saat operasi perang seperti ini kita lakukan kita lakukan unity of effort, karena banyak satuan-satuan lain yang tidak terintegrasi dan kewaspadaan terhadap faksi terorisme harus mampu kita antisipasi," lanjutnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pengamanan ekstra di Laut Jawa yang merupakan pintu masuk dan Laut Cina Selatan sebagai pintu keluar dari jalur-jalur keberangkatan kapal.

"Pelepasan Satgas VVIP ini memiliki makna strategis dan mempertaruhkan kehormatan bangsa, prajurit harus melakukan tanggung jawab tinggi, jangan ragu dalam bertinak namun tetap mengikuti prosedural yang berlaku," tambah Taufiq.

Pihaknya juga akan mewaspadai setiap ancaman dengan tindakan militer dan non-militer, melakukan koordinasi dengan komando masing-masing, penyiapan jalur escape bagi tamu VVIP, dan mengantisipasi cuaca di perairan.

"Satgas yang digelar akan diback up dengan pasukan yang berada di bawah Panglima langsung, ada beberapa unsur dan aset yang akan saya tarik untuk mendukung pengamanan OKI, yang perlu di waspadai ancaman belum signifikan, tapi eskalasi bisa muncul secara cepat, Selat Sunda kita amankan, unsur di bawah Panglima sudah ada di sana meski satgas baru dilepas hari ini," tandasnya.

Selain menurunkan 1000 personil Koarmabar, 8 KRI, dan 3 tim pasukan Kopaska, Koarmabar juga akan menerjukan 2 Heli Bell dan 2 KAL dalam pelepasan Satgas Pengamanan VVIP KTT OKI ke-5 itu. (SRK/Berita Satu)

BAGIKAN