Saturday, 5 March 2016

Pemprov Jatim Wacanakan Alihkan Sebagian Rute Kapal Feri Ujung-Kamal Ke Jalur Baru


 Pemprov Jatim membuat langkah-langkah strategis menyikapi penurunan tarif Jembatan Suramadu sebesar 50 persen sejak 1 Maret 2016. Salah satunya dengan mengalihkan beberapa kapal penyeberangan kapal feri Ujung-Kamal ke jalur-jalur baru di Jatim.

“Pengalihan akan dilakukan karena penyeberangan kapal feri Ujung-Kamal dipastikan tidak bisa bersaing dengan penyeberangan Jembatan Suramadu. Ini memang risiko yang harus diambil. Di mana ada transportasi yang lebih efisien dan murah, yang lebih mahal pasti kalah,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jatim Fattah Jasin, di Surabaya, Jumat (4/3).

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, pada 1 Maret pukul 00.00, tarif Jembatan Suramadu resmi turun sebesar 50 persen untuk kendaraan roda empat atau lebih. Pemberlakuan tarif baru itu berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 60/KPTS/M/2016 Tanggal 24 Februari 2016.

Sesuai surat tersebut maka tarif untuk jenis kendaraan golongan I seperti sedan, jip, pikap/truk kecil dan bus sebesar Rp 15 ribu, kendaraan golongan II yaitu truk dengan dua gandar sebesar Rp 22.500, kendaraan golongan III yakni truk tiga gandar Rp 30 ribu, golongan IV berupa truk empat gandar Rp 37.500, dan golongan V yaitu truk lima gandar atau lebih Rp 45 ribu

Di Jatim, kata Fattah, saat ini membutuhkan tambahan beberapa kapal feri khususnya untuk melayani jalur penyeberangan dari Kalianget, Sumenep menuju ke Pelabuhan Jangkar, Situbondo serta dari Kalianget ke Banyuwangi.

Penambahan kapal dari Sumenep ke Situbondo dan Banyuwangi, lanjutnya, diharapkan mampu mempercepat akses transportasi khususnya dari kawasan Tapal Kuda ke Madura. “Kalau lewat darat dari Situbondo ke Sumenep bisa lebih 10 jam. Ini sebenarnya peluang karena jika lewat jalur laut hanya 4 jam,” ujar mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim ini.

Fattah juga mengatakan, saat ini beberapa jurusan lain seperti dari Sumenep ke kepulauan juga membutuhkan tambahan kapal baru. Sehingga dengan pengurangan tarif Jembatan Suramadu sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan para pemilik kapal yang selama ini melayani penyeberangan Ujung-Kamal.

Selain menyiapkan jalur penyeberangan baru, Pemprov Jatim juga tengah menyiapkan beberapa pembangunan infrastruktur untuk mempercepat pembangunan kawasan Madura setelah penurunan tarif penyeberangan Jembatan Suramadu. “Irigasi tentunya yang utama karena Madura itu komoditi unggulannya ada di sektor pertanian seperti jagung dan tembakau,” kata Fattah.

Menurut dia, selama ini stok tembakau nasional 60 persen disuplai dari Jatim. Dari jumlah ini, tembakau Madura bahkan memasok 50 persen kebutuhan. Selain untuk petani, pembangunan irigasi seperti pembangunan waduk di Blega juga akan dilakukan untuk mengurangi potensi banjir yang belakangan kerap melanda Madura.

Pelebaran jalan utama khususnya jalan lingkar utara Madura juga akan dilakukan. Jika saat ini jalan lingkar utara Madura hanya memiliki lebar 8 meter, ke depan akan segera di perlebar hingga 12 atau 14 meter. Untuk mempermudah pembangunan, beberapa Jalan provinsi yang ada di Madura saat ini juga telah diambil alih menjadi jalan Nasional. (Adi/Kominfo)

BAGIKAN