Wednesday, 2 March 2016

Strategi Jatim Mencapai Tujuan SDGs


 Dalam menjalankan MDGs, Jatim punya strategi sendiri. Pemerintah Provinsi membagi tujuan MDGs menjadi beberapa cluster untuk memudahkan pelaksanaan program percepatan pembangunan di Jatim. Hal ini dikemukakan oleh Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat menerima kunjungan Panja Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (01/03).

Beberapa cluster itu diantaranya Goals 1 yang ingin menghapus kemiskinan dan kelaparan, Jatim mengagas program Jalan Lain Menuju Kesejahteraan (Jalin Kesra). Pada Goals 2, dilaksanakan program Bosda Madrasah Diniyah yang mendorong kesetaraan pendidikan madrasah dan pendidikan umum. Untuk Goals 3, Pemprov memacu percepatan PUG melalui Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) melalui Pelaksanaan Desk kepada SKPD. Selanjutnya Jatim menyatukan Goals 4, 5, dan 6 dalam satu kerangka dimana fokusnya menyediakan pelayanan kesehatan hingga tingkat terendah pelalui Polkendes dan peningkatan kualitas Puskesmas. Terakhir, untuk mendukung Goals 7, Jatim menjalankan program Rehabilitasi Lahan dan Hutan didukung oleh upaya pemenuhan air bersih.  

Menurut Pakde Karwo, sapaan akrabnya, salah satu upaya penerapan MDGs di Jatim yakni dengan diterbitkannya beberapa peraturan gubernur terkait MDGs. “Pembangunan tidak bisa berkembang bila peraturan tidak mendukung, oleh karena itu Jatim telah mengeluarkan beberapa pergub terkait MDGs”, terangnya.

Dari beberapa indikator pencapaian MDGs di Provinsi Jatim seperti tingkat kemiskinan dan kelaparan, pendidikan dasar, kesetaraan gender, angka kematian anak, kesehatan ibu, penyakit menular seperti HIV/AIDS, kelestarian lingkungan hidup, dan sistem keuangan dan perdagangan, sebanyak 59% telah tercapai, 21% akan tercapai, dan 20% perlu perhatian khusus.

Dengan berakhirnya MDGs yang kemudian diganti dengan SDGs (Sustainable Development Goals), Jawa Timur melakukan sinkronisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2014-2019 dengan capaian-capaian yang dusahakan dalam SDGs. Beberapa yang krusial diantaranya Tujuan Satu untuk menghilangkan kemiskinan melalui program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera. Pada Tujuan Ketiga tentang pemerataan pendidikan yang berkualitas, Pemprov mengupayakan beragam peningkatan kualitas pendidikan, baik pada wajib belajar 9 tahun hingga mewadahi pendidikan informal. Berikutnya, pada Tujuan Kedelapan dan Sembilan tentang Pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, Jawa Timur berupaya mengembangkan dan meningkatkan pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing, berbasis agrobisnis/agroindustri, dan industrialisasi.

Menurut Nurhayati Assegaf, Ketua Panja Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI, tujuan kedatangan mereka ke Surabaya adalah untuk meningkatkan kebersamaan agar secara bersama-sama mensosialisasikan program tujuan pembangunan berkelanjutan. Ia mengapresiasi langkah Pemprov Jatim yang membagi tujuan MDG’s dalam beberapa cluster sehingga lebih tepat sasaran. “Saya beri penghargaan pada Jatim atas keberhasilannya menjalankan program MDG’s”, ujarnya.

Selain Nurhayati, dalam kunjungan kali ini, hadir  7 orang anggota Panja DPR RI, diantaranya, Rofi Munawar, Syaifullah Tamliha, Kartika Yudhistira, Hamdani, Riyanti Sukamdani, Heri Gunawan, serta Jazuli Juwaeni. Tak hanya itu, Ketua DPRD Prov. Jatim, Halim Iskandar dan beberapa wakil ketua serta anggota DPRD Prov. Jatim turut menghadiri pertemuan yang juga dihadiri beberapa kepala SKPD Prov. Jatim itu. (Adi/Humas Setdaprov. Jatim)

BAGIKAN