Monday, 18 April 2016

Front Pancasila Menolak Bangkitnya Komunis di Indonesia

“Subtansi simposium tersebut memiliki tendensi untuk menghidupkan kembali paham Komunisme serta permintaan maaf pemerintah pada kebiadaban PKI”
 Ratusan massa gabungan dari Ormas Front Pancasila, Gerakan Belanegara (GBN), Mahasiswa dan element masyarakat dengan membawa puluhan spanduk dan sound system berunjuk rasa didepan Hotel Aryaduta, Jakarta menuntut dibatalkannya Simposium Membedah Tragedi 1965, Pendekatan Kesejarahan” oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai korban orde baru, Senin (18/4/2016).

Ratusan massa tersebut menyatakan jika Kudeta berdarah G30S/PKI tahun 1965 yang merenggut nyawa sejumlah petinggi TNI AD pelakunya adalah PKI. Termasuk peristiwa 1946 – 1948, PKI dituding telah melakukan pembunuhan terhadap ratusan santri, kiyai serta sejumlah aparat keamanan yang dianggap tidak sepaham denga ideologi Komunisme waktu itu.

Dengan adanya simposium, masyarakat melihat hal tersebut adalah upaya untuk membangkitkan kembali paham Komunis di Indonesia yang sudah dianggap berkhianat terhadap Pancasila. Selain itu dengan masih diberlakukannya TAP MPRS No XXV/MPRS Tahun 1966 tentang larangan Partai Komunis Indonesia beserta organisasi mantelnya dan dilarangnya Komunisme/Marxisme/Leninisme diajarkan pada masyarakat, Front Pancasila menganggap kegiatan simposium ini adalah kegiatan ilegal seperti yang disampaikan Ketua Front Pancasila Shidki Wahab dalam konfrensi persnya.

“Subtansi simposium tersebut memiliki tendensi untuk menghidupkan kembali paham Komunisme serta permintaan maaf pemerintah pada kebiadaban PKI” Ujar Ketua Front Pancasila Shidki Wahab, Sabtu (16/4/2016).

BAGIKAN