Monday, 18 April 2016

PKI Bukan Korban Tapi Pelaku

"Mengenai data jumlah korban sampai jutaan itu semua adalah pembohongan publik, saya tantang yang dari Yogja buktikan disana ada pembantaian puluhan ribu orang, dimana kerangka dan nama nama korban? Laporan dari mana dan akuntabel ga?”
Letjend (Purn) Sintong Panjaitan tidak setuju jika PKI diposisikan sebagai korban pelanggaran HAM, hal ini disampaikannya pada acara “Simposium Membedah Tragedi 1965” di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (18/4).

Sintong yang pernah bertugas sebagai prajurit di Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) menjelaskan jika PKI bukanlah korban melainkan pelaku. Sebelum Dewan Revolusi diumumkan oleh Letkol Untung, PKI kerap melakukan tindakan anarkhis dan tidak segan melakukan pembunuhan terhadap rakyat.

“Jika kita bicara korban PKI itu kapan sebenarnya terjadi? Korban (pembantaian PKI) ini terjadi setelah Letkol Untung menyatakan terbentuknya dewan revolusi di radio, kebetulan waktu itu saya akan terjun ke Kalimantan Utara, dengan adanya pengumuman dari Untung, maka satuan yang paling siap adalah satuan saya” jelas Sintong.

Sebagai pelaku sejarah, Sintong menganggap PKI terlalu membesar-besarkan jumlah anggotanya yang terbunuh dan tidak sesuai data fakta di lapangan.

“Mengenai data jumlah korban sampai jutaan itu semua adalah pembohongan publik, saya tantang yang dari Yogja buktikan disana ada pembantaian puluhan ribu orang, dimana kerangka dan nama nama korban? Laporan dari mana dan akuntabel ga?” tantang Sintong pada seluruh peserta yang hadir pada acara tersebut.

Sintong juga menambahkan jika laporan yang diberikan pada Soekarno waktu itu adalah laporan yang mengada-ada.

“Laporan (jumlah PKI yang terbunuh) yang diberikan kepada Soekarno lewat Mayjen Sumarno adalah laporan yang berseberangan dengan kami sebagai pelaku operasi di lapangan” jelasnya lagi.

BAGIKAN