Thursday, 16 June 2016

Brigjen TNI Mar. RM Trusono Resmi Pimpin Korps Marinir TNI-AL


Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Ade Supandi bertindak selaku Inspektur Upacara pada acara serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Korps Marinir (Dankormar) TNI-AL dari Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana kepada Brigjen TNI (Mar) RM Trusono. Upacara parade dan defile tersebut digelar di lapangan Brigade Infanteri (Brigif) 2 Marinir, Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta, Rabu (15/6/2016) sore. 28/4)

RM Trusono yang merupakan kelahiran Yogyakarta, 29 Oktober 1960 ini merupakan alumni Akademi Angkatan Laut angkatan XXX tahun 1985. Dia juga tercatat pernah mengikuti pendidikan SESKOAL Angkatan XXXV TA 1997/1998, SESKO TNI Angkatan XXXV Tahun 2008, dan Lemhanas XLVII pada tahun 2012.

Sebelum menjadi orang nomor satu di Korps Marinir, Trosono pernah menduduki sejumlah posisi strategis di antaranya, pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur AAL, Komandan Pasmar-2 dan sebelumnya menjabat sebagai Komandan Lantamal III Jakarta. Saat menjadi perwira menengah, Trusono pernah menjabat Komandan Detasemen Jalamangkara (Denjaka) TNI-AL, Komandan Brigade Infanteri 3, Asisten Intelijen Dankormar dan Kepala Staf Pasmar 2.

Ia memiliki pengalaman penugasan yang cukup penting di dalam maupun luar negeri yakni Satgas Sapu Jagat Timor Timur tahun 1986 sampai 1987, Satgas PAm VVIP Timor Timur 1991, Kontingen Garuda XII-B Kamboja 1992-1993, Satgas Rencong Sakti VIII Aceh 1996-1997 dan Satgas Pam VVIP Ambon 1999. Trusono juga pernah menerima 14 penghargaan, salah satunya adalah The United Nations Medal yang merupakan penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

KSAL dalam sambutannya mengatakan bahwa serah terima jabatan merupakan proses perjalanan organisasi yang dinamis sebagai upaya kaderisasi serta regenerasi kepemimpinan yang berkesinambungan di lingkungan TNI Angkatan Laut, dengan harapan membawa energi baru dalam membangun kreatifitas dan inovasi cemerlang agar kinerja suatu organisasi akan semakin baik dari waktu ke waktu.

“Korps Marinir mempunyai tugas pokok sebagai pasukan pendarat amfibi TNI Angkatan Laut dalam rangka proyeksi kekuatan dari laut dalam rangka proyeksi kekuatan dari laut ke darat dan melaksanakan tugas-tugas operasi militer selain perang,” ujar Ade Supandi dalam sambutannya.

Oleh karena itu menrut KSAL, jabatan Komandan Korps Marinir merupakan salah satu jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Laut. “Komandan Korps Marinir juga sebagai chief corps yang bertanggung jawab membina nilai-nilai luhur pembentukan karakter prajurit korps Marinir. Jadi perwira yang diberikan kepercayaan sebagai komandan Korps Marinir haruslah memiliki kompetensi terbaik dan telah teruji integritasnya,” ujar Ade yang juga merupakan lulusan AAL tahun 1983 ini.

Untuk itu Ade berpesan kepada Trusono agar tetap melanjutkan program kerja Dankomar yang lama karena sudah berjalan dengan baik. Antara lain adalah penugasan personil di daerah-daerah terpencil dan juga misi pelestarian lingkungan laut. Penanaman terumbu karang yang sudah menjadi program nasional bersama kementerian dan lembaga terkait juga diminta ke Trusono untuk diperhatikan.

“Marinir punya program antara lain penanaman terumbu karang. Itu sudah dilakukan, saya perintahkan untuk 6 bulan di cek, laporannya cukup bagus, dan nanti akan dilanjutkan oleh Dankomar yang baru,” ujar Ade.

Jenderal bintang 4 ini menegaskan, penanaman terumbu karang sangat penting sebagai  media hidup bagi ikan. Sebelumnya, marinir juga telah melakukan kegiatan "jembatan manusia" di Jembatan Suramadu juga dalam konteks pelestarian lingkungan yang diikuti langsung oleh Ade Supandi. Selain itu, ia meminta Dankomar yang baru untuk mendata kembali alutsista marinir untuk dikembangkan.

“Program itu adalah untuk melatih prajurit marinir, untuk selalu siap tempur. Dankomar juga akan mendata apa saja alutsista yang harus dikembangkan," demikian Ade.

Sementara, Mayjen TNI Marinir Buyung Lalana yang menjabat sebagai Dankormar sejak 28 April 2015 lalu akan menempati posisi baru sebagai staf khusus KSAL di Mabes TNI-AL. Selama ia berkiprah sebagai Dankormar, Marinir sukses melakukan misi-misi penting non perang, diantaranya Ekspedisi Merah Putih ke Puncak Cartenz Papua dan Ekspedisi Indonesia Raya ke Aconcagua Argentina

Melatar belakangi upacara tersebut berjajar berbagai macam dan jenis material tempur yang dimiliki Korps Marinir TNI Angkatan Laut, antara lain: 21 unit BMP 3 F, 4 unit PT – 76 M, 4 Unit BTR50, 8 unit LVT –7A1, 2 unit BVP -2 , 2 unit Howitzer 122, 2 unit Howitzer 155, 6 unit Sea Rider, dan 4 unit Roket Multi Laras 70 Grad (RM-70 Grad) dan 6 unit BVP.

BAGIKAN