Monday, 6 June 2016

Sukses Digelar, Seri Pembuka Pertamax Sprint Rally Championship 2016 Dikuasai Pereli Non Seeded


Diikuti sebanyak 82 starter, ajang Pertamax Sprint Rally Championship 2016 seri pertama sukses digelar di Sirkuit Tembong Jaya, Serang Banten pada Jumat dan Sabtu (3-4 Juni 2016). Ajang ini deigelar sebanyak 6 Special Stage (SS) dengan rincian 2 SS digelar malam di hari Jumat (3/6) dan 4 SS di hari kedua, Sabtu (4/6) siang.

Panas teriknya matahari mendominasi jalannya perlombaan. Mempertandingkan empat special stage (SS), dengan total jarak tempuh 20 kilometer, event yang digagas oleh Pertamax Motorsport ini berlangsung seru sekaligus kompetitif. Cuaca panas menyebabkan lintasan menjadi kering, ditambah dengan pereli-pereli yang tetap tampil agresif di beberapa hairpin turn,  menyebabkan Sirkuit Tembong Jaya diliputi debu tebal.

Lewat hasil-hasil yang terdapat di putaran pertama ini, terlihat jika para pereli di kelas non seeded berhasil memberikan perlawanan berarti kepada pereli-pereli di kelas seeded A maupun seeded B. Turun di kelas Maxi J (Jeep), pereli  Rizal Sungkar dengan co-driver M. Redwan yang tampil memukau di hari pertama, kali ini mengalami masalah dengan clutch master Pajero Sportnya yang menyebabkan dirinya harus bersusah payah di SS 3.

Rizal pun diganjar dengan penalti selama sepuluh detik. Kendala ini dimanfaatkan dengan baik oleh pereli non seeded, Bimo Pradikto dan navigatornya Fredrik yang pada akhirnya keluar sebagai juara di kelas Maxi J. Bimo mencatatkan total raihan waktu 17 menit 35,9 detik.

Sementara Rizal berada di posisi kedua dengan total torehan waktu 17 menit 49,3 detik. Adapun di posisi ketiga kembali diduduki oleh pereli non seeded, Felix Gonadi dan navigatornya Jordan Johan dengan total catatan waktu 18 menit 20,9 detik. Pada kelas ini, pereli-pereli non-seeded cukup mendominasi

Prestasi gemilang pereli non seeded berlanjut di kelas Super16 yang diperuntukan bagi mobil bermesin di bawah 1600cc. Tito Kartowisastro dan navigatornya Andi Rendy yang turun di kelas F16 berhasil menjadi yang terdepan dengan meninggalkan dua pereli seeded di belakangnya, yaitu Advannov Agung P dengan navigatornya Zinedine Doohan di posisi kedua dan Yoyok dengan co-driver Ibenzani di posisi ketiga. Tito Hasil ini kembali menjadi bukti bahwa para pereli non seeded memiliki daya juang tinggi dengan tampil begitu maksimal.

Baik Bimo Pradikto maupun Tito Kartowasastro mengakui bahwa aturan handicap bagi Seeded A dan Seeded B memberikan motivasi bagi pereli pemula seperti mereka untuk dapat bersaing di peringkat atas. Keduanya pun berharap Pertamax Sprint Rally Championship 2016 akan terus digelar sehingga selalu dapat  memberi peluang dan kesempatan bagi pebalap pemula.

Sementara itu, di kelas Maxi N, kembali pereli nasional Rizal Sungkar bersama navigatornya Endrue Fasha dari Pertamax Motorsport Team dengan memacu Mitsubishi Lancer Evolution X berhasil mempertahankan catatan waktu teratas yang ia dapat di hari pertama. Rizal keluar sebagai juara dengan total torehan waktu 17 menit 23,1 detik.

Terkait Pertamax Sprint Rally Championship 2016 yang juga merupakan event pembinaan sekaligus kesempatan unjuk gigi bagi para pereli muda, Rifat Sungkar selaku direktur Pertamax Motorsport menjelaskan, inti dari Pertamax Motorsport Program ini adalah pembinaan.

“Dan seri pertama Pertamax Sprint Rally Championship 2016 memberikan hasil yang kami harapkan. Menurut saya, hasil ini menjadi bukti bahwa semua memiliki kesempatan untuk menjadi pemenang. Melalui Pertamax Motorpsport Program juga, kita harus bersama-sama mengedepankan konsep from nobody to somebody dan from zero to hero. Para pereli baru yang tampil inilah yang nantinya dapat menggantikan saya dan juga Rizal,” ujar Rifat.

Sementara itu Kabid Olahraga Mobil Ikatan Motor Indonesia (IMI), Poedio Oetojo, yang turut hadir menyaksikan perlombaan ikut memberikan komentar terkait program Pertamax Motorsport.

“Adanya kegiatan ini tentunya membuat kalendar kegiatan IMI semakin bertambah. Untuk itu, ide yang sangat baik, perlu kita dukung karena tujuannya adalah untuk mencari pereli-pereli baru. Harapannya mereka dapat diperkenalkan sejak dini mengenai aturan, kedisiplinan yang seharusnya agar dapat memahami  tata cara sprint rally itu,” kata Poedjo.


BAGIKAN