Saturday, 9 July 2016

Almarhum Letda Cpn Angga Juang Adalah "Maskot" Terbaik Almamater 2005

Alm. Letda Cpn Angga Juang Prastama semasa hidup
“Kami sempat tidak percaya jika ini harus menimpa rekan kami, dimata kami, almarhum adalah pribadi yang cerdas dan luwes sekaligus bisa diandalkan, itu sebabnya kita menjadikannya maskot almamater 2005” 
Kecelakaan helikopter jenis Bell 205 milik Skuadron 11/Serbu Penerbad di Kalasan, Sleman, Yogyakarta menyisakan duka mendalam bagi keluarga Letda Pnb Angga Juang Pratama yang saat itu bertugas sebagai Kopilot dalam rangka pengamanan kunjungan Presiden RI di Yogyakarta, Jum’at (8/7/2016).

Saat mendengar kabar jatuhnya helikopter tersebut di televisi Pelda (Purn) Imam Supriyadi ayah Alm. Letda Cpn Angga kaget dan tidak menyangka jika anaknya adalah salah satu korban kecelakaan helikopter. Dirinya sempat merasa lega ketika mendapatkan informasi jika anaknya masih hidup dan berada di Rumah Sakit RS. Harjolukito.

Akan tetapi perasaan tersebut tidak bertahan lama saat mendapatkan telephone dari salah satu pejabat Skuadron 11/Serbu pukul 20.30 WIB yang menyatakan Letda Cpn Angga adalah salah satu korban yang meninggal dunia beserta dua korban meninggal lainnya.

“Kami ikhlas menerima kabar ini. Anak saya gugur dalam menjalankan tugas” Ujarnya.

Dimata Rekan, Almarhum adalah “Maskot” almamater 2005
Alm. Letda Cpn Angga Juang Prastama (Tengah) dan rekan.
Dimata rekan dan keluarga Alm. Letda Cpn Angga Juang Prastama dikenal sebagai orang yang baik dan murah senyum. Kepeduliannya membantu rekan saat menghadapi permasalahan membuat dirinya sangat dikagumi terutama rekan yang seangkatan di Secaba maupun di Secapa.

Tidak ada yang percaya jika peristiwa jatuhnya helikopter di Sleman merenggut nyawa orang yang selama ini dianggap “Maskot” almamater 2005.

“Kami sempat tidak percaya jika ini harus menimpa rekan kami, dimata kami, almarhum adalah pribadi yang cerdas dan luwes sekaligus bisa diandalkan, itu sebabnya kita menjadikannya maskot almamater 2005” kenang Serka Edi salah satu rekan almarhum yang pernah satu penugasan di Papua.

Letda Cpn Danang rekan almarhum di Penerbad, Semarang juga menyebutkan jika almarhum adalah kawan terbaik yang pernah dikenalnya.

“Dia adalah yang terbaik bagi kami” ungkapnya.

Kabar meninggalnya Letda Cpn Angga Juang dalam peristiwa naas tersebut juga menarik perhatian Dandim Banyuwangi Letkol Robi Bulan yang menyebutnya sebagai salah satu putra terbaik daerah dan akan membantu kelancaran proses pemakaman jika jenasahnya akan dimakamkan di Banyuwangi.

Alm. Letda Cpn Angga Juang Prastama meninggalkan satu anak, Nayla Fairuz Supriyadi (4) dan istri Ratna Ayu Kartika Putri (27) yang sedang hamil 2,5 bulan.

BAGIKAN

0 comments: