Friday, 29 July 2016

I Leave My Heart in Lebanon Mulai Syuting Perdana, Panglima TNI Minta Masyarakat Saksikan Film Tersebut


 Dalam mewujudkan perdamaian dunia berdasarkan kemanusiaan dan keadilan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) selalu menjadi yang terbaik dari semua negara yang bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia PBB. TNI sendiri berkontribusi dalam pengiriman pasukan perdamaian sejak tahun 1957 hingga saat ini.

Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo usai melaksanakan pengambilan gambar perdana film “I Leave My Heart in Lebanon - Garuda XXIII” Kiprah TNI pada Kontingen Garuda Misi Perdamaian Dunia, di Ruang VIP Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jum’at (29/7/2016).

“Tentara Nasional Indonesia (TNI) terbaik karena bekerja dengan hati, selalu berusaha merebut hati dan pikiran masyarakat dimanapun prajurit bertugas,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI menegaskan bahwa, sebelum melaksanakan penugasan dalam misi PBB di negara orang, prajurit TNI selalu mendapat briefing mengenai tugas dan tanggung jawabnya serta pemahaman bahwa tempat tugas tidak sama dengan di Indonesia.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, bahwa dari 124 negara dalam Misi Perdamaian PBB, sekarang TNI menempati rangking ke-10 dalam kontribusi pengiriman pasukan. “Kita berambisi untuk menjadi 5 (lima) besar negara pengiriman pasukan, hal ini dilakukan dengan mengirimkan 4.000 peacekeepers,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Pangkostrad dan Pangdam V/Brawijaya ini..

Terkait film I Leave My Heart In Lebanon tersebut, alumni Akmil 1982 ini mengucapkan terima kasih kepada TB Silalahi Center telah bekerjasama  dengan TNI membuat film ini yang terinspirasi dari true story penugasan prajurit yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII/UNIFIL.

Panglima TNI juga menuturkan bahwa film ini semuanya dibuat dengan sangat teliti, sangat profesional dan diawaki oleh Aktor dan Aktris ternama seperti Rio Dewanto, Yama Carlos, Boris Bokir, Revalina S. Temat, Deddy Mizwar serta Sutradara Profesional Benny Setiawan.

“Syuting film ini dilakukan di Indonesia dan di Lebanon, ini merupakan film kolosal. Kalau anda sebagai Warga Negara Indonesia yang bangga terhadap negaramu, tontonlah film ini, pasti akan meningkatkan kebanggaan,” ujar Gatot Nurmantyo mengakhiri. (Noor Irawan Ranoe)


BAGIKAN

0 comments: