Tuesday, 26 July 2016

Kiprah YonZipur-9/1 Kostrad Langlang Buana Membangun Fiji


Langlang Buana memiliki arti prajurit yang siap untuk ditempatkan dan ditugaskan dimana saja, sehingga ketika satuan ini mendapat perintah untuk berangkat ke Fiji dalam rangka misi kemanusiaan mereka langsung mempersiapkan diri untuk diberangkatkan.

Yonzipur-9/1 Kostrad merupakan satuan zeni di bawah kendali Kostrad Divisi-1 dan bermarkas di Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat mendapatkan tugas memberangkatkan 1 Kompi Zeni untuk misi rehabilitasi dan rekonstruksi  di Fiji mulai 1 Mei 2016. Satgas Kizi ini dipimpin langsung oleh Danyon Zipur-9 Mayor Czi Abdillah Arif abituren Akademi Militer tahun 2000. Sekitar 100 prajurit dikerahkan berangkat ke Fiji dengan dibagi menjadi 3 gelombang keberangkatan.

Pengiriman Satgas Kizi TNI ke Fiji merupakan bagian dari operasi kemanusiaan yang diprakarsai oleh Kemenkopolhukam, BNPB dan Mabes TNI. Fiji dilanda badai winston pada bulan Februari lalu dan mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga pemerintah RI berinisiatif untuk membantu pemerintah Fiji dalam rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah yang terdampak oleh badai winston. Sudah 2 bulan lebih Satgas Kizi melakukan pembangunan kembali  Gereja, perbaikan kelas dan Main hall serta pembangunan kembali asrama murid Queen Victoria School (QVS).  Lokasi pengerjaan berada 68 Km  ke arah utara dari Ibukota Fiji, Suva, tepatnya di desa Lawaki, Tailevu.

Di tengah tugas utama rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah, prajurit TNI selalu meyempatkan waktu luang untuk melakukan pendekatan terhadap masyarakat yang ada di sekitar. Pola pendekatan teritorial selalu efektif dilakukan dimana saja, inilah yang menjadi kekuatan prajurit TNI sehingga mereka disukai oleh masyarakat Fiji. Bahkan, opini yang tercipta di masyarakat Fiji akan selalu menghubungkan QVS dengan Indonesia, kemana pun prajurit TNI pergi pasti akan mendapat ucapan terima kasih dan penghargaan dari masyarakat Fiji.  Ketika Bintara logistik Satgas Kizi TNI sedang berbelanja, masyarakat akan selalu menyapa dengan hangat dan meminta untuk berbicara menanyakan perkembangan pembangunan.  QVS merupakan satu diantara dua sekolah yang sangat terkenal, karena sekolah ini telah melahirkan para pemimpin Fiji, termasuk Perdana Menteri Fiji saat ini Voreqe Bainimarama. Atase Pertahanan untuk PNG dan Fiji Kolonel Inf Anggara Sitompul, mengatakan kehadiran TNI tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya pendekatan teritorial.

Kehadiran Satgas Kizi Tempur-9 Kostrad ini juga memberikan nilai lebih, tidak hanya pekerjaan dan pendekatan kepada masyarakat, tetapi dengan kehadiran dokter dalam Satgas Kizi juga telah memberikan dampak yang sangat positif. “Alhamdulillah, sudah ada 20 pasien masyarakat sampai saat ini”ujar Letda Ckm Arif Fakhrizal. Beberapa masyarakat yang ditemui menyatakan bahwa obatnya cukup manjur, sehingga mereka lebih memilih pergi ke Dokter Satgas Kizi TNI ketimbang harus ke rumah sakit, selain karena jauh dan cukup mahal.

Diharapkan seluruh pekerjaan akan rampung pada bulan Agustus 2016, dan berharap tidak ada kendala yang berarti. Satu-satunya kendala yang harus mereka hadapi adalah berubahnya cuaca dengan cepat. “apabila hujan turun deras, maka kami hentikan pekerjaan untuk keselamatan anggota” ujar Pasiop Satgas Lettu Czi Amito.

Tidak ada kata menyerah dan lelah bagi personel Satgas Kizi Yon Zipur 9-1/Kostrad, mereka terus bekerja tanpa mengeluh dan selalu semangat. Suatu daya semangat yang selalu dimiliki prajurit TNI dimanapun ditugaskan. Ketika mereka kembali  ke tanah Air nanti mereka telah membuat jejak-jejak pengabdian yang akan selalu diingat oleh masyarakat Fiji. (Henru)

BAGIKAN

0 comments: