Tuesday, 26 July 2016

Kongsberg M153 Protector, RCWS Multi Kaliber dengan Integrasi Rudal Anti Tank Javelin


Setelah melewati serangkaian uji pada beberapa RCWS (Remote Control Weapon System), akhirnya BUMN Strategis PT Pindad telah mengikat kerjasama dengan Kongsberg, manufaktur pertahanan dari Norwegia dalam rencana implementasi produksi RCWS di Indonesia.

Meski belum ada penjelasan resmi untuk program pengadaan RCWS pada ranpur TNI, namun mengingat tebaran unit tank, APC dan IFV di arsenal TNI, menjadikan pasar yang menjanjikan bagi PT Pindad untuk kelak memproduksi RCWS, belum lagi jika nanti ada ijin untuk melakukan ekspor.

Mengacu pada foto direktur utama PT Pindad yang sedang melakukan prosesi hand shake kerjasama dengan pihak Kongsberg, terlihat latar RCWS jenis M153 Protector. Dan dalam beberapa pemberitaan di Tanah Air, memang disebut-sebut M153 Protector (Crows II) sebagai RCWS yang akan digarap PT Pindad. Seperti halnya program ToT (Transfer of Technology) dari manufaktur lain, biasanya sebelum itu sudah dilangsungkan kontrak pembelian sebagai landasan dikeluarkannya program ToT oleh manufaktur. Tapi sampai saat ini belum terdengar kontrak pengadaan RCWS Kongsberg dari pihak Kemneterian Pertahanan (Kemhan) RI.

Meski begitu, Kongsberg sendiri bukan nama yang asing dalam jagad alutsista TNI. Beberapa alutsista berkualifikasi high tech justru dipasok oleh Kongsberg. Sedikit kilas balik, drone bawah laut Hugin 1000 yang bisa menyelam sampai kedalaman 3.000 meter, dipasok oleh Kongsberg. Drone bawah laut atau AUV (Autonomous Underwater Vehicle) ini menjadi kelengkapan pada KRI Rigel 933 dan KRI Spica 934. Kemudian combat management system pada kapal selam Nagabanda Class TNI AL (Changbogo Class) juga menggunakan jenis KongsbergMSI-90U Mk 2. Lalu dalam proyek medium SAM, Paskhas TNI AU juga tengah melirik ‘keras’ pada sistem rudal NASAMS dari Kongsberg.

Kembali ke M153 Protectior, desain RCWS ini mengusung model modular dengan dua bagian utama, yakni modul senjata dan modul kendali. Yang mambuat M153 Protector agak beda dari RCWS jenis lain adalah kemampuan integrasi dengan peluncur rudal anti tank FGM-148 Javelin. Dalam modul senjata, dapat dipasang satu unit peluncur Javelin, menjadikan sosok ranpur sekelas Anoa 6×6 dapat memberi ancama serius bagi ranpur sekelas MBT (Main Battle Tank). Infanteri TNI AD pun kini telah menerima kedatangan rudal Javelin, jadi integrasi pada sistem RCWS ini bukan sesuatu yang sulit nantinya.

M153 Protector dirancang untuk dapat dipasangkan pada beragam jenis senjata dari kaliber sedang dan menengah/berat. Selain SMB (Senapan Mesin Berat) Browning M2HB kaliber 12,7 mm. M153 Protector juga pas dipasangkan senjata yang lebih kecil. Di unit militer Amerika Serikat, M153 Protector biasa digunakan pada jenis senjata M240 kaliber 7,62 mm (varian FN GPMG), M249 kaliber 5,56 mm (varian FN Minimi) dan pelontar granat otomatis kaliber 40 mm.

RCWS ini dilengkapi teknologi Detached Line of Sight (DLoS), memungkinkan bagi juru tembak (gunner( tetap fokus pada bidikan sasaran, sementara urusan kalkukasi dan baliktik telah ditangani oleh sistem komputer. Dalam membidik sasaran di medan terjal, RCWS dilengkapi fitur lock on, sehingga target dapat terkunci berkat dukungan full stabilized system. Urusan bidik membidik di segala cuaca juga sudah diperhitungkan, Kongsberg memberikan thermal imager dengan kombinasi autofocus dan e-zoom. Menyadari peran vital kamera sebagai ujung tombak pengoperasian RCWS, daylight camera menghadirkan kemampuan wide field view sampai 45 derajat. Daylight camera ini punya kebisaan melakukan zoom sampai 30x pembesaran.

Soal akurasi pada sasaran kerap menjadi isu dalam RCWS, disini Kongsberg menggunakan laser range finder untuk pengukuran jarak pada sasaran. Jumlah bekal amunisi yang dibawa pun terbilang fleksibel dengan kapasitas magasin yang besar. Untuk proteksi perangakat vital, seperti sensor dan kamera dapat diberi lapisan pelindung tahan peluru. Secara umum sistem RCWS ini mengusung standar Mil-Standar 461 dan Mil-Standar 810.

M153 Protector terbilang kenyang dalam operasi militer di Afghanistan dan Irak. Resminya pada Agustus 2007, Kongsberg mendapat kontrak dari AD AS untuk proyek Crows (Commonly Remotely Operated Weapon Station) II, proyek ini digadang AD AS untuk penempatan weapon station bagi kendaraan tempur.

Rancangan M153 Protector berasal dari M151 Protector, yang terbukti kehandalannya dalam 17 juta jam operasi, dengan 6 jam diantaranya dilibatkan penuh dalam pertempuran. Dalam rilisnya, Kongsberg menyebut tingkat kesiapan tempur senjata ini terbukti diatas 99%. Sampai saat ini, 2.500 unit M151 dan M153 Protector telah terjual di seluruh dunia. Dan pada tahun 2008, disebutkan ada kontrak penambahan sebanyak 7.000 unit. Sistem RCWS Protector hingga kini telah dioperasikan oleh AS, Australia, Kanada, Ceko, Finlandia, Inggris, Irlandia, Luxembourgh, Belanda, Norwegia, Swiss, dan Perancis. (Bayu)

BAGIKAN

0 comments: