Friday, 29 July 2016

Korban Perang Suku di Timika Dibakar Secara Adat


 Terkait Bentrok antar suku yang menewaskan tiga korban kemarin, pihak kubu bawah yang dipimpin Atimus Komangal akhirnya menerima mayat korban penyerangan ke wilayah Iliale pada 25 Juli 2016. Ketiga jasad tersebut kemudian dibakar (kremasi) secara adat di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua, Kamis (28/7/2016).

Menurut media digital, prosesi adat pembakaran mayat tiga korban sebagai bentuk pertanggungjawaban dikawal ketat TNI-Polri yang disaksikan juga oleh Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Bupati Puncak Willem Wandik, keluarga korban serta masyarakat yang berlokasi di antara wilayah kubu bawah dengan kubu atas yakni di seberang jalan depan Kantor Distrik Kwamki Narama.

Mayat korban kemudian dibawa dengan tiga mobil jenazah dari RSUD Mimika, selanjutnya diserahkan kepada pemimpin kubu bawah, Atimus Komangal, untuk dibakar melalui prosesi adat masyarakat pegunungan tengah Papua. Ritual buang suara yang merupakan tradisi dalam prosesi pembakaran mayat dilakukan keluarga serta masyarakat korban dari Iliale.

Usai dikremasi, masyarakat berkumpul dan mendengar penyampaian secara langsung dari Kapolda Papua. Ia berterima kasih kepada kubu bawah yang sudah menerima mayat korban untuk dibakar.
“Hari ini saudara-saudara sudah bekerja sama dengan kami untuk membakar mayat ini, kalau tidak maka dari tadi malam saya perintahkan pemerintah untuk makamkan mayat ini,” katanya.

Sebelumnya dilakukan pertemuan antara keluarga korban dari Iliale dengan pihak kubu bawah dalam perang adat di Kwamki Narama. Dalam pertemuan itu Atimus Komangal bersedia menerima korban untuk selanjutnya dibakar melalui prosesi adat.

Proses pertemuan dilakukan dengan cara berbicara dari hati ke hati yang difasilitasi Bupati Mimika dan Bupati Puncak.

Dengan menerima mayat korban, secara otomatis kubu bawah bertanggung jawab atas denda adat yang harus dibayarkan kepada keluarga korban, jika ada tuntutan bayar kepala dengan nominal yang di inginkan pihak keluarga korban. Namun, hal itu baru akan dibicarakan setelah prosesi pembakaran mayat korban dilakukan. (Adc)


BAGIKAN

1 comment:

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai "Korban Perang Suku di Timika Dibakar Secara Adat".
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai explore Indonesia yang bisa anda kunjungi di disini

    ReplyDelete