Sunday, 21 August 2016

Ada Yang Memprovokasi Warga Dibalik Bentrokan TNI AU vs Warga di Medan

Anggota TNI AU berusaha memadamkan ban yang dibakar oleh warga Sarirejo dan meminta membubarkan diri (Sbr foto : Sumutpos)
 Bentrokan antara TNI AU VS Warga di Sarirejo Polonia Medan beberapa waktu lalu telah menyisakan luka diantara kedua pihak, Senin (15/8/2016). Pasalnya kedua pihak sama-sama terhasut oleh isu yang berkembang dimasyarakat jika akan ada penggusuran lahan yang dilakukan oleh TNI AU terhadap rumah-rumah warga.

Seperti dikutip dari laman resmi TNI AU, Kejadian bermula saat anggota TNI AU dari Lanud Soewondo datang melakukan pengukuran lahan untuk rencana pembangunan Rusunawa bagi tempat tinggal prajurit Lanud Soewondo, namun dari kejauhan tiba-tiba terdengar suara teriakan keras bernada  provokatif.

Anggota TNI AU lalu mendatangi asal suara tersebut ternyata berasal dari speaker masjid dan kemudian mencari beberapa orang yang berupaya menghasut warga lainnya. Namun naas, seluruh warga sudah terlanjur keluar rumah dan berkumpul dijalan-jalan kemudian melakukan pemblokiran jalan dengan melintangkan pohon sekaligus membakar ban serta kayu.

Kopda Wiwin
Beberapa kali anggota TNI AU meminta warga membubarkan diri namun tidak digubris, sebaliknya warga justru bertindak anarkhis dan brutal dengan melempari anggota TNI AU dengan batu, botol dan air gelas. Diantara warga juga terlihat menggunakan senjata tajam seperti parang, golok, panah beracun, pisau, tombak, bahkan gear sepeda motor yang sudah diasah dengan tajam.

Akibat insiden ini sejumlah warga dan dua orang wartawan serta puluhan anggota TNI AU terluka. Salah seorang prajurit diketahui bernama Kopda Wiwin mengalami luka robek dibelakang telinga dan memar di kepala belakang akibat lemparan batu dari arah warga. Ada juga yang terkena panah beracun serta benda-benda tajam lainnya.  Peristiwa ini juga sempat terekam di CCTV masjid dan tersebar di Youtube serta Medsos sehingga menimbulkan reaksi dari masyarakat maupun TNI.

BAGIKAN

0 comments: