Monday, 8 August 2016

Cegah Konflik Sosial, Forkopimda dan Elemen Masyarakat Madiun Adakan Rapat Koordinasi


 Bertempat di Gedung I Club Resto dan Cafe Jl. Bali, Kartoharjo Madiun sejumlah pejabat daerah yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Madiun melakukan Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial dan bahaya laten dengan pihak Pemkot Madiun, Senin (8/8/2016).

Diantara tamu undangan yang hadir antara lain Walikota Madiun H.Bambang Irianto SH,MM., Kapolres Madiun Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro SH,SIK,M.Si, Dandim 0803/Madiun Letkol Inf Rahman Fikry S.Sos, Pasi Intel Lanud Iswahyudi Mayor Sus Sugito, Kepala Kejaksaan Negeri Madiun Farid Pasaribu SH, Kakesbangpol Bambang Subanto SH,. Anggota Staf Intel Kodim 0803/Madiun, Kasat Intel Polres Madiun Kota AKP Sumono, BINDA/Badan Intelijen Daerah  Wahyudi dan Muspika wilayah Madiun Kota

Dalam penyampaiannya Purnomo selaku Kapolres Madiun meminta kepada semua pihak agar selalu meningkatkan kewaspadaannya terkait perkembangan wilayahnya masing-masing dan melakukan inventarisir agar setiap gejolak yang muncul dapat segera ditanggulangi.

“Saya mengintruksikan  bahwa kepada para aparat kewilayahan setingkat Kecamatan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dalam tanggulangi kerawanan masalah sosial.” Ucapnya dihadapan seluruh tamu undangan yang hadir saat itu.

Melengkapi pernyataan Purnomo, Bambang Subanto Kakesbangpol  menambahkan jika kerawanan konflik sosial yang paling berpotensi di wilayah Madiun adalah konflik yang melibatkan 2 organisasi pencak silat. Begitu juga dengan masalah tenaga kerja dan pertanahan tidak boleh diabaikan begitu saja.

Dalam kesempatan yang sama Dandim Madiun Letkol Inf Rahman Fikri S.Sos juga memberikan gambaran terkait situasi keamanan Madiun yang masih tergolong aman.

Terkait adanya kekhawatiran tentang kembali bangkitnya paham politik tertentu yang dahulu pernah muncul di wilayah Madiun (Komunis) tetap menjadi perhatian bersama untuk diwaspadai.

Begitu juga dengan adanya potensi kerawanan konflik yang melibatkan agama, Rahman meminta seluruh aparatur pemerintah Madiun agar selalu membuka jalur dialog dengan pemuka agama dan Ormas-Ormas yang ada.

“Laksanakan Komunikasi yang lebih intens dari para aparat pemerintahan di Madiun beserta dengan para pemuka agama dan ormas-ormas yang ada di wilayah Madiun” Pintanya.

BAGIKAN

0 comments: