Thursday, 11 August 2016

Demi Selamatkan 10 WNI, MNLF Baku Tembak dengan Abu Sayyaf dan Tewaskan 4 Militan


 Tawaran Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) membantu pemerintah Indonesia menyelamatkan 10 pelaut Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf Filiphina bukan sekedar isapan jempol.

Terbukti empat militan kelompok Abu Sayyaf tewas ditembak pasukan MNLF dalam sebuah pertempuran seperti yang dilaporkan The Philippine Star, Rabu (10/8/2016).

Pihak MNLF melibatkan diri dalam pertempuran melawan kelompok Abu Sayyaf pada Selasa (9/8/2016) pagi di Sulu untuk memperjuangkan keselamatan nyawa 10 sandera asal Indonesia.

Kuat dugaan yang tertembak itu salah satunya adalah pengikut dari pemimpin Abu Sayyaf, Jennor Lahab alias Kumander Jim Naga, anaknya dan dua orang lain.

Beberapa senjata api yang digunakan dalam aksi baku tembak tersebut juga berhasil disita oleh MNLF.

Mayor Filemon Tan Jr, juru bicara Komando Militer Mindanao Barat, mengatakan, para pejuang MNLF dipimpin oleh Taib Sahibad, Alih Kipli, dan Abraham Joel.

Tan mengatakan pihaknya sudah membantu membebaskan 7 sandera asal Indonesia yang diculik Abu Sayyaf Juni lalu dan kini kembali bertekad ikut berjuang membantu membebaskan 10 sandera asal Indonesia lainnya yang kembali jadi korban penculikan kelompok Abu Sayyaf.

Selain menawan 10 pelaut asal Indonesia, kelompok Abu Sayyaf juga masih menawan lima pelaut Malaysia, empat warga Filipina, tiga warga Timor dan dua warga Barat di Sulu.

Tan juga mengatakan, jika operasi MNLF melawan kelompok bandit Abu Sayyaf ini tidak disetujui Angkatan Bersenjata Filipina. Akan tetapi, militer Filiphina menyambut baik bantuan MNLF untuk pemeliharaan perdamaian dan ketertiban di provinsi di Filipina selatan itu.

BAGIKAN

0 comments: