Wednesday, 3 August 2016

Kadisjarahad : Bangsa Indonesia merdeka lewat perjuangan bukan pemberian

Gerbong kereta api yang sering digunakan pejuang Indonesia melakukan pergeseran pasukan melawan penjajah (Ket. gbr. Museum Kereta Api Ambarawa) 
 Dunia mengakui Indonesia adalah salah satu negara kaya dengan sumber daya alam (SDA) melimpah, tidak heran negara-negara minus SDA berebut dan berusaha melakukan penguasaan SDA ke Indonesia dengan berbagai macam dalih dan cara, salah satunya adalah lewat sistem penjajahan berkedok dagang.

hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Sejarah Angkatan Darat Brigjen TNI Hadi Kusnan, S.Pd.I saat memberikan ceramah kebangsaan dihadapan 650 orang anggota jajaran Korem 084/BJ, LVRI, FKPPI, KBT, PPAD, Tokoh pemuda dan masyarakat di Aula Kodim Bangkalan, Madura, Rabu (3/8/2016).

Didampingi Kasrem 084/BJ Letkol Inf Herry Suprapto dan Dandim Bangkalan Letkol Inf Istanto, S.H, pria lulusan Akabri 1983 ini menjelaskan dengan gamblang jika kemerdekaan bangsa Indonesia tidak diperoleh secara gratis atau pemberian melainkan melalui proses panjang dan lewat perjuangan keras.

"Tidak sedikit pejuang kita gugur demi memperoleh kemerdekaan meskipun nyawa taruhannya, perjuangannya sangat berat dan panjang" Ujarnya.

Hadi kembali menceritakan asing melakukan penjajahan di Indonesia selain untuk penguasaan SDA juga mencari daratan baru sebagai tempat memperluas jaringan dagang.

"Asing melakukan penjajahan di Indonesia bertujuan untuk mencari dunia baru sebagai pusat dagang" Ungkapnya lagi.

Menyerang tatanan sosial lebih efektif daripada ribuan senjata
Setelah 71 tahun semenjak bangsa Indonesia merdeka dari tahun 1945 diceritakan asing sudah meninggalkan cara-cara konvensional yang sudah dianggap kuno dan tidak efektif lagi. Untuk melakukan penguasaan, asing merubah strategi dengan menyerang kondisi sosialnya terlebih dahulu dan efekif.

"Jika dulu satu peluru satu nyawa, sekarang sudah tidak lagi bahkan lebih dahsyat, yang diserang tatanan sosialnya dampak terparah adalah genosida." jelasnya dihadapan seluruh peserta undangan yang hadir di Aula Kodim Bangkalan.

"Satu-satunya cara menghadapi itu (serangan asing) semua dengan cara tetap menjaga semangat persatuan ditubuh bangsa ini (Indonesia) sendiri dan memelihara kedekatan TNI dan rakyat" imbuhnya lagi. (Arsen)





BAGIKAN

0 comments: