Sunday, 14 August 2016

Panglima TNI Ingin Ada Inovasi Dibidang Militer

Kapal Motor Cepat (KMC) Komando buatan dalam negeri yang dapat mengangkut pasukan
 Sebagai kompartemen pertahanan yang selalu berkaitan dengan teknologi canggih TNI memerlukan dukungan banyak pihak khususnya dibidang teknologi persenjataan yang masih perlu banyak sentuhan inovasi.

Saat menjadi pembicara inti dalam acara Workshop Konsorsium Riset Hankam di Ruang Senat Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Kamis (11/8/2016) lalu Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengutarakan keinginannya dihadapan para peneliti yang hadir dalam acara tersebut.

“Negara kita adalah kepulauan, sehingga kita perlu memiliki kapal-kapal dengan daya rusak lebih besar dan berkecepatan tinggi, selain itu dalam penggunaan alat komunikasi semuanya sudah terintegrasi dengan teknologi satelit” Ujar Gatot Nurmantyo.

Menurutnya ancaman dan tantangan bangsa Indonesia kedepan jauh lebih besar sehingga diperlukan sinergitas bagi seluruh komponen bersama TNI untuk bersama-sama menjaga kedaulatan NKRI.

“Kita harus bersatu untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dengan memanfaatkan modal geografi untuk menjadi negara agraris, negara maritim dan negara industri,” tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Usai kegiatan workshop panglima TNI kemudian meninjau pameran TNI–UNS Technomilitary Festival yang diikuti  TNI AD 11 satuan, TNI AL 5 Satuan, TNI AU 5 satuan. Pada Pameran yang akan berlangsung selama 3 hari, 10 hingga 12 Agustus 2016, pihak TNI, maupun UNS sepakat, masyarakat dapat menikmati kendaraan tempur, seperti Tank AMX-13, Modernization dengan berat 17,8 ton, Tank Marder IA3  berat 33,5 ton, kendaraan Peluncur Roket yang memiliki berat 28 ton, Meriam 155M, Caesar 155/52, Tank Leopard 2A4 dengan berat 55,15 ton dan sebagainya.

BAGIKAN

0 comments: