Thursday, 29 September 2016

Antisipasi Anomali Cuaca Buruk Terus Dilakukan Pengprov DKI


Segala persiapan untuk mengantisipasi anomali cuaca atau cuaca ekstrem sepanjang 2016 terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pengprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Hal tersebut akibat masih tingginya intensitas curah hujan di ibukota Jakarta.

“Selama tahun ini, Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak fenomena La Nina, yakni intensitas curah hujan lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya,” jelas Kepala Satuan Pelaksana BPBD DKI Jakarta Denny Wahyu Herianto dalam Seminar Manajemen Komunikasi Jejaring Kehumasan di Balai Kota, Jakarta, Kamis (29/9/2016).

Ia menjelaskan, fenomena La Nina ini terbukti, karena musim hujan yang tadinya diprediksi mulai Oktober 2016, maju dua bulan lebih cepat menjadi Agustus 2016. Akibatnya, terjadi banjir di kawasan ibukota dan untuk mengantisipasi banjir, pihaknya akan memperkuat sistem peringatan dini banjir secara berlapis dan memantau serta menyebarluaskan informasi tinggi muka air hulu dari pos pemantau sungai.

“Kemudian, menyebarluaskan informasi peringatan dini banjir melalui Disaster Warning System (sistem audio yang dipasang di daerah rawan banjir) dan sosial media pada kondisi sungai di hulu jika menunjukkan siaga 3,” kata Deny.

Pihaknya akan memantau dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat mengenai genangan melalui media sosial dan dihimpun menjadi informasi daerah genangan secara real time melalui petajakarta.org.

“Selain itu, kami juga menyiapkan sumber daya di titik-titik yang rawan banjir serta menyiapkan relawan terlatih untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan kejadian banjir,” tutur Denny.

Dalam seminar tersebut, Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengungkapkan untuk mengantisipasi banjir, pihaknya telah melakukan perbaikan sejumlah pompa air dan menyiagakan alat-alat berat.

“Sejumlah pompa air yang sudah kami perbaiki, antara lain pompa air di Teluk Gong, pompa di Taman Ratu, pompa di Tanjungan, Pompa Kapuk II, Pompa Paskalis (Sumur Batu), Pompa Nomor 3 Tomang Barat dan pintu air di Jalan Daan Mogot Km.3,” ungkap Teguh.

Selain itu, dia menambahkan pihaknya juga melakukan pengerukan di Kali Apuran Bawah, Kali Ciliwung Lama, Kali Sentiong Paru dan Kali Utan Kayu. Pengerukan juga dilakukan di Waduk Teluk Gong, Waduk Tomang, Waduk Brigif, Situ Babakan dan Waduk Kampung Rambutan. (Adri Irianto)

BAGIKAN

0 comments: