Wednesday, 14 September 2016

BNPT Pelajari Kebijakan Iran dalam Penanganan Terorisme di Dunia Maya

Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH, (kanan) berbincang dengan Duta Besar iran untuk Indonesia, Valiollah Muhammadi (kiri) saat melakukan pertemuan di kediaman Dubes Iran, Selasa, (13/9/2016). Dalam pertemuan tersebut Kepala BNPT menanyakan kebijakan pemerintah Iran dalam penanganan terorisme melalui dunia maya. (Foto : Dok. BNPT)
Terorisme di dunia maya telah lama menjadi fokus pemerintah, melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Pemerintah pun juga sudah meminta BNPT untuk meningkatkan kinerja dalam memerangi terorisme di dunia maya ini.

Inilah yang mendorong kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH, untuk menemui duta besar Iran untuk Indonesia, Valiollah Mohammadi guna membahas penanggulangan terorisme di cyber space saat melakukan kunjungan ke kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/09/16).

Di hadapan dubes Iran, Suhardi menjelaskan bahwa dunia maya selama ini telah digunakan oleh kelompok radikal untuk menyebarkan ajaran kekerasan.

“Sekarang ini di Indonesia kelompok radikal sudah mulai menggunakan sosial media untuk menyebarkan ajarannya. Salah satu imbasnya adalah kejadian (serangan teror) di Medan. Apakah di Iran juga begini? Bagaimana regulasi media sosial di Iran?” ujar Komjen Pol Suhardi Alius saat membuka pembicaraan kepada Dubes Iran.

Dubes Iran pun menjelaskan bahwa di Iran sendiri media sosial bersifat terbuka dan dapat digunakan semua pihak, namun pemerintah Iran telah memberlakukan sistem pengawasan yang ketat

“Di Iran sendiri semua media sosial terbuka dan bisa digunakan, tapi semuanya harus melalui sistem milik Iran yang menjadi filternya Kami memiliki polisi khusus untuk aksi kriminal di sosial media,” ujar dubes Iran, Valiollah Mohammadi menjawab dengan singkat.

Dalam kunjungan ini kepada dubes Iran, Kepala BNPT juga menunjukkan data seputar radikalisme di Indonesia. Dari total 150 juta penduduk Indonesia, 7,7% sudah terpengaruh radikalisme. sementara 0,04% bahkan sudah melakukan aksi radikal. Meski begitu, Kepala BNPT menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah mundur dalam memberantas terorisme.

Terbaru, kepala BNPT menegaskan kebulatan tekadnya untuk membentuk task force baru yang akan secara spesifik memerangi terorisme melalui penguatan kerjasama sama antar kementrian.

Dan Dubes Iran pun mengapresiasi niat ini dan menyatakan akan mendukung upaya pemerintah Indoensia dalam memerangi terorisme. (Adri Irianto / Damailah Indonesiaku.com)

BAGIKAN

0 comments: