Saturday, 17 September 2016

Dialog interaktif Aparat Pemerintahan dengan Masyarakat


 Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak memimpin Dialog interaktif antara Aparat Pemerintahan dan Masyarakat dengan narasumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Indonesian Corupsion Watch (ICW) menuju transparansi Nasional bertempat di Pendopo Trenggalek yang dikuti sekitar 300 orang.Rabu(14/9/16).

Dalam sambutannya Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardakmengawali acara dialog menyampaikan salah satu negara atau orang mau menanamkan modal / Investasi di daerah pasti ingin tau Integritas daerah atau Negara,  maka dari itu disini KPK dan ICW hadir dan bisa berbagi ilmu di acara ini.

Jangan membenarkan yang biasa tapi kita Biasakan yang benar dan Mencoba menjalankan karakter yang ada yaitu asli dan jujur tidak ada penyelewengan dengan cara menghindari adanya upeti jadi harus ada persetujuan semua yang terkait dan tidak ada negoisasi setengah kamar lawan terbesar bangsa ini adalah kemunafikan. Semuanya ingin selamat jadi kita disini bisa menimba ilmu dari KPK dengan pembangunan yang tidak bermasalah, tegas Bupati.

Agus Sunaryanto sebagai narasumber mengatakan ICW menangkap banyak muncul kepala daerah yang mengusung perubahan daerahnya. Perubahan ini tidak hanya perubahan dari satu sudut saja, melainkan berbagai aspek termasuk kesejahteraan masyarakatnya. Tidak hanya menghembuskan pemerintahaan bersih saja melainkan juga perlu adanya parsipatif masyarakat, meningkatkan pelayanan publik, memikirkan kesejahteraan rakyatnya dan beberapa hal lainnya.

Angka indeks nilai korupsi kita cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Seharusnya dan sepantasnya kita tidak menginkan hal ini terjadi. Sesuai dengan data di KPK, Kejaksaan, Kepolisian ada lebih dari 400 nama tersangka baru kasus korupsi. Angka yang terbesar diduduki setingkat kepala Dinas, baru dilanjutkan pengusaha. ICW menyarankan untuk berhati-hati karena penegak hukum sudah sangat mengetahui motif-motif ini, tambah Agus Sunaryanto.

Fredy Ronaldo Hutagaul menambahkan  di depan tadi mendengar akan ada upaya untuk meningkatkan perekonomian dan upaya pengentasan kemiskinan. Menurut Fredy ini merupakan suatu hal yang baik karena semua orang tidak ingin miskin dan kemiskinan itu dalam Islam sangat dekat dengan kemusrikan. Karena dengan kemiskinan orang bisa menghalalkan segala cara termasuk menggadaikan diri. Kita boleh berupaya untuk kaya namun bukan berarti menghalalkan segala cara.

Perlunya pengawasan Inspektorat yang tidak mandul, karena pengawasan Inspektorat ini di beberapa tempat terkesan simbolis saja. Penyelesaian permasalahan diselesaikan secara adat. Seharusnya pengawasan yang dilaksanakan bersifat pencegahan, imbuh  Fredy Ronaldo
Fredy Ronaldo Hutagaul juga menyampaikan Seleksi Aparatur Pemerintah perlu dilakukan perubahan, sistem pengisian aparatur menggunakan fit and proper test bisa dicoba dan dilaksanakan untuk mendapatkan aparatur yang bersih dan mumpuni. Kita punya mekanisme penyusunan anggaran yang baik melalui Musrenbang baik tingkat desa, kecamatan, Kabupaten dan seterusnya. Tinggal bagaimana kita menerapkan dan menjalankannya dengan baik dilapangan dengan menampung saran dan gagasan masyarakat, tegasnya.

Hadir juga dalam dialog tersebut Dandim 0806/Trenggalek Letkol Arm Bayu Argo Asmoro, Wabup Trenggalek M NurArifin, Hakim Pengadilan Negeri Ari Sh.M.Hum, Sekda kabupaten Trenggalek Drs Ali mustofa Msi, Seluruh Staf Ahli/Asisten Bupati, Seluruh SKPD Kabupaten Trenggalek, Danramil Kodim 0806/Trenggalek, Kapolsek Polres Trenggalek, Camat se Kabupaten Trenggalek, Perwakilan Kepsek SD, SLTP dan SLTA serta Kades/Lurah se Kabupaten Trenggalek.


BAGIKAN

0 comments: