Thursday, 8 September 2016

Eddy Rumpoko Resmi Calonkan diri Sebagai Ketua Umum PSSI

Eddy Rumpoko (kiri) didampingi putrinya Ganis Rumpoko mendeklarasian dirinya dalam pencalonan Ketua Umum PSSI dalam jumpa pers yang digelar di Geduang A Balai Kota Among Tani, Batu. Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI sendiri akan digelar di Makassar pada 17 Oktober 2016 mendatang.
 Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko yang biasa disapa ER akhirnya mengaku terus terang atas pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum PSSI. ER menegaskan keseriusannya untuk maju sebagai Ketum PSSI dalam jumpa pers yang digelar di ruang rapat lantai 5 gedung A Balai Kota Among Tani, Batu, Rabu (7/9/2016). ER mengatakan bahwa, kecintaannya pada dunia sepak bola, dan ingin memajukan persepak bolaan tanah air yang menjadi dasar dirinya maju menjadi calon ketua PSSI.

”Saya serius maju sebagai calon PSSI. Itu sebabnya di akhir masa jabatan saya sebagai Wali Kota Batu, saya meminta dukungan semua pihak, tidak terkecuali Aremania (julukan suporter Arema Malang), dalam pencalonan ini. Saat ini saya masih dalam tahap sosialisasi menyempurnakan persyaratan untuk pencalonan sebagai ketum PSSI,’’ kata ER.

Sepak bola sendiri bukanlah dunia yang asing bagi dirinya. ER telah memiliki pengalaman sebagai pengurus Persebaya Surabaya, Perema Malang, Arema Malang, dan Persikoba Kota Batu. Bahkan sang ayah, almarhum Brigjen Purn. Soegiono (mantan Walikota Malang dan Wakil Gubernur Irian Jaya) yang dikenal sebagai Ebes-nya Arema merupakan salah satu pendiri PS Arema Malang.

Dijelaskan ER, dirinya juga pernah melakukan pembicaraan dan diskusi soal sepak bola dengan Presiden RI, Joko Widodo ketika berkunjung ke Kota Batu. Dimana ada kesimpulan dan persepsi sama merasakan sepak bola di tanah air perlu ada penguatan dalam pembinaan di Kabupaten atau Kotamadya.

Dengan jumlah penduduk yang besar dan animo sepak bola cukup tinggi dan prestasi yang sebenarnya bisa dibuat, maka konsep pembinaan sepak bola yang diawali dari desa/kampung ke Kota harus dibuat dan dilaksanakan.

Potensi sepak bola di Indonesia sendiri menurutnya sangat besar. Asalkan, semua pemangku kepentingan punya tekad yang kuat untuk memperbaiki tata kelola sepak bola. Ia berharap ada satu konsep pembinaan di kabupaten dan kota terutama di desa untuk menggelar kompetisi profesional." Kesamaan konsep ini yang menjadi resep agar mampu mencetak atlet sepak bola andal," jelasnya.

Menurut dia, sepak bola perlu penguatan, dengan pembinaan. Tidak hanya ditingkat liga, tapi juga kompetisi tingkat Kabupaten/Kota bahkan juga tingkat desa. Sepak bola bukan lagi olahraga yang monoton, tapi jika dibina dengan baik dapat menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Untuk mengarah ke situ, dibutuhkan konsep pembinaan sejak awal.

”Saya teringat dengan almarhum ayah saya.  Dia pernah bertugas sebagai Wakil Gubernur Irian Jaya (Sekarang Papua). Di situ di mana warga Papua yang notabene kesulitan alat transportasi, dan semuanya serba sulit, tapi dapat menuai prestasi luar biasa melalui sepak bola. Terbukti mereka dapat menjuarai PON. Dari pembinaan yang dilakukan, dengan konsep yang benar, akan lahir atlet-atlet berbakat dan luar biasa," urai pria yang dulunya juga dikenal sebagai promotor tinju, musik, sepak bola dan otomotif ini.

Pria yang sebelum menjabat sebagai Walikota Batu dikenal sebagai pengusaha real estate ini pun mengatakan, jika mendapat kepercayaan dan mandat, berbagai program pun telah disiapkan. Pertama adalah menggalakkan kompetisi.

"Jadi tidak hanya tingkat nasional, tapi kompetisi rutin diadakan mulai tingkat kampung. Karena menurut dia dengan adanya kompetisi rutin yang digelar, akan melahirkan atlet-atlet berbakat da berprestasi," ujar suami Dewanti Rupirin Diah Rumpoko ini.

Dalam jumpa pers kemarin, ER yang didampingi oleh sang putri tercintanya yakni Ganis Rumpoko yang selama ini juga dikenal sebagai tokoh suporter wanita Arema dengan nama Aremanita, Direktur PDAM Kota Batu Edi Sunaedi, Ketua KONI Batu Zainul Arifin, dan Bendahara Askot PSSI Kota Batu Achmad Suparto, ini mengatakan niat baiknya ini akan dilanjutkan ER dengan bersilaturahmi kepada Arema dan Aremania. Silaturahmi yang dilakukan, selain bentuk ungkapan permisi, juga meminta dukungan.

Arema merupakan kiblat dari sepak bola. Aremania juga menjadi suporter yang banyak disukai oleh banyak orang. ”Sepak bola itu tidak bisa dipisahkan dengan supporter. Itu sebabnya, kami akan melakukan pendekatan baik dengan klub maupun dengan suporter,’’ urai pria yang juga menghobi kegiatan otomotif ini.

Untuk tahap awal, pendekatan dilakukan kepada klub di Jatim. Tapi demikian, dengan pengalaman yang dimiliki, pria yang dikaruniai tiga anak ini akan melakukan pendekatan dengan berbagai klub di Kalimantan dan Indonesia Timur. Dia mengatakan, jika selama ini pernah menjadi pengurus, di Arema, Persema. Dia juga mengaku salah satu yang memperkarsai berdirinya klub Borneo, dan Persiba. Dia juga menegaskan bahwa pencalonannya ini tidak ada hubungannya dengan politik. Sebaliknya dia mencalonkan diri karena rasa cinta dan kepeduliannya pada dunia sepak bola tanah air.

Dia juga mengatakan sama sekali tidak takut bersaing, sekalipun dua lawannya adalah pensiunan Jenderal (mantan Panglima TNI Jenderal Purn Moeldoko dan mantan Kepala Induk Koperasi Angkatan Darat Brigjen Purn. Benhard Limbong) dan satu jenderal aktif yakni Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi. Karena menurutnya, di bursa pemilihan calon ketua umum PSSI ini semuanya memiliki peluang sama. Terlebih pemilihan ini sendiri digelar secara terbuka.

”Tidak ada masalah. Saya rasa kita memiliki peluang yang sama, jadi tidak perlu takut,’’ ujar pria yang juga dikenal dekat dengan para petinggi TNI termasuk dengan Jenderal purn, Moeldoko ini mengakhiri.

Seperti diketahui bahwa, Kongres PSSI yang memiliki agenda pemilihan Ketua, Wakil Ketua dan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI sendiri akan digelar di Makassar pada 17 Oktober 2016 mendatang.  (Noor Irawan)


BAGIKAN

0 comments: