Sunday, 18 September 2016

Israel Siapkan 200 Bom Nuklir Untuk Hancurkan Iran


 Sebuah email rahasia milik mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell mengenai kepemilikan 200 bom nuklir oleh Israel telah jatuh dan berhasil diretas oleh seorang hacker yang diduga berasal dari Rusia.

Menurut Colin dalam pesan elektroniknya Israel telah mengarahkan seluruh bom nuklirnya tersebut ke Teheran, Iran dan akan segera dijatuhkan jika diketahui Iran berhasil mengolah dan menciptakan bom nuklirnya sendiri.

Pesan yang diketahui milik Colin diunggah dan diterbitkan situs Whistleblower DC Leaks sejak hari rabu lalu dan melalui juru bicaranya Colin mengakui jika email miliknya memang jatuh dipihak peretas.

E-mail atau surat elektronik Powell itu ditulis untuk Jeffrey Leeds, rekan bisnis Powell yang juga donatur utama Partai Demokrat. E-mail Powell itu menunjukkan sikap ambigu Israel perihal kepemilikan bom nuklir, di mana negara Yahudi itu selama bertahun-tahun tidak membenarkan maupun menyangkal kepemilikan bom nuklir.

”Pokoknya, Iran tidak dapat menggunakan satu, bahkan jika mereka akhirnya membuat satu (bom nuklir)” bunyi dokumen e-mail Powell yang ditulis untuk Leeds pada tanggal 3 Maret 2015. Surat itu ditulis Powell ketika perundingan nuklir Teheran antara Iran dengan enam negara kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China) berlangsung.

“Anak-anak di Teheran tahu Israel memiliki 200 (bom nuklir), semua ditargetkan pada Teheran, dan kami memiliki ribuan. Seperti (Presiden Iran, Mahmoudin Ahmedinejad katakana); ‘Apa yang akan kita lakukan dengan satu (bom nuklir), memolesnya?’,” lanjut surat Powell yang disertai kutipan Ahmadinejad.

Surat Powell ini ditulis beberapa saat setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pidato berapi-api di depan Kongres AS, di mana dia mengecam kesepakatan nuklir Iran dan enam negara kekuatan dunia. Kesepakatan itu dicapai bulan Juli 2015, di mana Iran bersedia mengekang program nuklirnya dengan imbalan sanksi atau embargo terhadap Iran dicabut.

Saat dikonfirmasi oleh Wartawan Rusia Today, Caleb Maupin terkait pengakuan Colin, Departemen Luar Negeri AS bungkam tidak memberikan penjelasan. John  Kirby Jubir Deplu AS menolak menjawab apakah AS harus menjatuhkan sanksi kepada Israel seperti yang dilakukan terhadap Iran dan Korut.

Jika AS bersikap adil, semestinya Israel juga dijatuhi sanksi seperti Iran dan Korut karena negara Yahudi itu diduga melakukan pelanggaran. Yakni, Israel bukan negara Non-Proliferation Treaty (NPT) nuklir (bukan penandatangan perjanjian proliferasi nuklir).

Laporan Israel memiliki bom nuklir sebenarnya juga pernah diungkap Federasi Ilmuwan Amerika dalam laporannya tahun 2014. Laporan itu menyebut Israel memiliki 80 hingga 400 bom nuklir, meski penulis laporan meyakini angka akuratnya mendekati 80 bom nuklir.


BAGIKAN

0 comments: