Thursday, 22 September 2016

Lima F-16 TNI-AU Hibah dari AS Telah Tiba


 Sebanyak lima unit pesawat tempur F-16 C/D-52ID yang merupakan hibah dari Pemerintah Amerika Serikat kepada Pemerintah Indonesia telah tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur pada Rabu (21/9), kemarin.

Komandan Lanud Iswahyudi Magetan Marsekal Pertama (Marsma) TNI Andyawan MP mengatakan lima pesawat tempur F-16 tipe C/D yang dihibahkan ini sudah di-upgrade dari Blok 25 menjadi Blok 52 yang kemampuannya setara dengan pesawat baru.

"Lima pesawat yang baru datang ini sudah di-upgrade dari blok 25 menjadi blok 52. Kemampuan pesawat yang di-upgrade dengan pesawat baru aviability-nya sama. Hanya kemampuan avioniknya yang berbeda seperti sistem radar dan sistem senjata," ujar Marsma TNI Andyawan MP kepada wartawan seusai menerima lima pesawat F-16 tersebut di Lanud Iswahjudi, Rabu (21/9/2016) siang.

Dikatakan Andyawan, kelima unit pesawat tempur F-16 yang baru diterbangkan tersebut merupakan bagian dari program "Peace Bima Sena II" dalam kontrak FMS LOA ID-D-SAL yang dilakukan Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat dengan total pesawat tempur F-16 yang diberikan mencapai 30 unit.

"Kelima unit pesawat tempur tersebut akan melengkapi sembilan unit pesawat tempur sejenis yang telah tiba lebih dulu secara bertahap sejak tahun 2014," ujar Marsekal Pertama TNI Andyawan MP.

Kelima unit pesawat F-16 C/D yang baru tiba tersebut masing-masing bernomor ekor TS-1621, TS-1624, TS-1631, TS-1635, dan TS-1639. Kelima pesawat tersebut langsung diterbangkan dari Amerika Serikat menuju Indonesia.

"Dengan rute dari Hill Air Force Base (AFB) Utah dan melaksanakan transit di Hickam AFB Hawaii, dan Anderson AFB Guam, lalu lanjut ke Lanud Iswahyudi Magetan, Indonesia. Dengan jarak tempuh sekitar 9.000 mil dan total waktu 19 jam 16 menit," kata dia.

Dia menjelaskan, sampai saat ini sudah 14 unit dari 30 unit pesawat tempur F-16 hibah yang didatangkan dari Amerika Serikat. Sesuai jadwal, kelima pesawat tersebut harusnya dikirim pada tanggal 18 September lalu. Namun karena ada sejumlah kendala teknik, baru dapat dikirim pada tanggal 21 September.

Andyawan menambahkan, kelima pesawat tempur kali ini merupakan pengiriman yang keempat. Setelah ini masih ada dua pengiriman lagi, yakni direncanakan pada Februari dan Desember 2017.

"Sehingga, diharapkan pada akhir tahun 2017 mendatang, total dari seluruh pesawat telah dikirim ke Indonesia," tambahnya.

Nantinya, pesawat tempur tersebut akan digabungkan dengan pesawat F-16 lainnya yang saat ini sudah berada di Skuadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru dan Skuadron Udara 3 Lanud Iswahyudi Magetan.

Sesuai data, pengiriman pertama pesawat hibah tersebut dilakukan pada Juli 2014 sebanyak tiga unit pesawat tempur F-16, dengan nomor ekor TS-1625, TS-1620, dan TS-1623. Selanjutnya pada bulan September 2014 kembali tiba dua unit pesawat tempur sejenis yaitu dengan nomor ekor TS-1641 dan TS-1643.

Pengiriman ketiga dilakukan pada 22 Mei 2015 sebanyak empat unit pesawat F-16 dengan nomor ekor TS-1631, TS-1633, TS-1636, dan TS-1642 dan kemudian lima unit pesawat yang baru diterbangkan tersebut.

Andyawan berharap, dengan kedatangan lima unit pesawat tempur F-16 C/D-52ID kali ini, maka akan semakin menambah kekuatan militer Indonesia khususnya alutsista TNI AU dalam melindungi dan mempertahankan NKRI.

"Tentunya dengan hadirnya lima pesawat tempur F-16 hibah dari AS akan menambah kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) pertahanan udara TNI sehingga juga dapat digunakan untuk menjaga kedaulatan NKRI," ujarnya mengakhiri. (Noor Irawan)

BAGIKAN

0 comments: