Thursday, 29 September 2016

Pertamina Akan Jalankan Kebijakan Harga Baru BBM Ber-Subsidi


Pertamina akan menjalankan kebijakan pemerintah terkait dengan perubahan harga baru bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar per 1 Oktober 2016. Hal tersebut disampaikan VP Corporate Communicatio  Pertamina, Wianda Pusponegoro  kepada wartawan dalam presentasinnya terkiat penetapan harga baru BBM PSO yang akan mengacu pada harga minyak dunia periode Juli-Agustus-September 2016 dan Means of Platts Singapore (MOPS) tiga bulan. di salah satu kafe di Jakarta, Kamis (29/9/2016).

“Nanti, harga akan mengacu pada formula harga yang bisa disepakati antara pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR,” kata Wianda Pusponegoro.

Dijelaskan bahwa Pertamina juga akan meminta pertimbangan Pemerintah untuk menentukan rencana konkrit penyaluran premium yang konsumsinya kini terus menurun. "Sesuai data Pertamina per 20 September 2016 konsumsi premium makin menyusut. Dalam rentang waktu kurang dari tiga bulan, konsumsi premium tercatat turun 28,75%," ujarnya.

Sebaliknya, konsumsi BBM berkualitas, seperti Pertalite, dan Pertamax Series makin membesar. "Bahkan, konsumsi harian Pertalite dari 1 hingga 20 September 2016 telah melonjak 282% dibanding konsumsi pada semester I 2016," ujar mantan presenter di salah satu TV Swasta nasional ini.

Wianda menjelaskan, rata-rata konsumsi BBM jenis premium hingga 20 September 2016 tinggal 50 ribu kiloliter (KL) per hari, atau turun 28,75% dibanding rata-rata konsumsi sepanjang semester I 2016 sebesar 70.183 KL per hari.

Sementara, Pertamax Series ( Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamax Turbo) konsumsinya terus meningkat. Menurut Wianda, pada semester I, konsumsi rata-rata Pertamax series 9.626 KL per hari, hingga 20 September rata-rata konsumsi naik jadi 15.682 KL per hari.

Berbeda halanya dengan premium yang konsumsinya terus menurun. Oleh karena itu, Wianda menghimbau pemerintah untuk merancang peruntukan premium ke depan. (Noor Irawan)

BAGIKAN

0 comments: