Tuesday, 6 September 2016

Selain Menjaga Perbatasan, Prajurit TNI Ini Menyempatkan Diri Menjadi Tenaga Pendidik di Papua


 Prajurit TNI dari Yonif Mekanis 516/Caraka Yudha selama bertugas di perbatasan RI - PNG rutin mengajarkan baca tulis kepada warga Kampung Piyawi, Kaliup, Wambes, Wembi dan Sawiyatami, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua. Kegiatan ini dilakukan Satgas Pamtas RI - PNG untuk membantu pemerintah setempah dalam pemberantasan buta aksara diwilayahnya.

"Kegiatan ini kami lakukan guna membantu mengurangi permasalahan buta huruf di Papua, khususnya di wilayah perbatasan RI-PNG Kabupaten Keerom. Kegiatan belajar ini selain diberikan kepada warga yang belum bisa membaca dan menulis serta berhitung, juga diberikan kepada warga yang putus sekolah. Hal ini rutin kami lakukan setiap hari selasa dan kamis, harapan kami agar masyarakat mempunyai kemampuan dasar menulis, membaca dan berhitung, sehingga dapat membuka wawasan pengetahuan kepada warga masyarakat,” ujar Kapten Inf Prayit Handoko Komandan Kompi Beruang, Selasa (6/9).

Sementara itu, Komandan Satuan Tugas Pengamanan perbatasan (Dansatgas Pamtas) Yonif Mekanis 516/CY Letkol Inf Lukman Hakim, S.Si menjelaskan jika ini adalah salah satu upaya satuannya dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat sekitar agar tidak mudah dipengaruhi oleh ideologi atau paham-paham yang menginginkan Papua lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepala Kampung Piyawi Markus Bogor sebagai salah satu orang yang dituakan dikampung tersebut mengungkapkan dirinya sangat berterima kasih atas kepedulian prajurit TNI yang sudah meluangkan waktunya untuk mencerdaskan warga binaannya.

 “Mudah-mudahan masyarakat dapat ilmu yang bermanfaat guna memudahkan urusannya dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga tidak gampang dipengaruhi oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab,” ucap Markus.

BAGIKAN

0 comments: