Sunday, 18 September 2016

Sikapi Perang Modern, Lanud Iswahjudi Gelar Latihan Pernika Dan Cyber Defence

Pesawat tempur elektronika EA18G-Growler milik US Navy yang dilengkapi berbagai jenis persenjataan elektronika terbang melintasi Kapal Induk Amerika.
 Dalam pergelaran perang modern, sebuah negara dapat melakukan berbagai cara termasuk salah satunya menggelar information warfare dan cyber warfare baik itu melalui penyesatan informasi maupun propaganda dengan sasaran psikologis lawan hancur dan tidak mampu melakukan pertahanan dengan baik

Menyikapi hal tersebut, TNI Angkatan Udara melakukan antisipasi dengan menggelar latihan Pernika (Perang Elektronika) dan Cyber Defence selama 3 hari (14-15 September 2016) di Lanud Iswahjudi. Latihan tersebut dibuka oleh Asisten Potensi Dirgantara yang masih merangkap sebagai Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kasau Marsda TNI Umar Sugeng Hariyono melalui Video Conference.

Latihan bersama yang bersandikan “Phoenix-16” tersebut selain melibatkan unsur TNI AU juga sipil seperti Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), Balai Monitoring (Balmon) Kemenkoinfo serta Pusat Penelitian Sistem Keamanan dan Informasi.

Sedangkan tujuan diadakannya latihan ini untuk meningkatkan dan menguji kemampuan dalam merencanakan, melaksanakan, serta mengendalikan kesiapan unsur Pernika dan Cyber Defence baik peralatan lunak maupun personel TNI AU yang terlibat secara tepat guna untuk menghadapi ancaman yang maungkin timbul.

Dalam latihan tersebut diskenariokan bahwa pesawat T-50i Golden Eagle milik negara Sonora yang kedapatan menerobos wilayah udara NKRI berhasil tertangkap radar 222 Ploso dan radar Approach Lanud Iswahjudi. Aksi pesawat tersebut pun akhirnya berhasil ditembak jatuh oleh Denhanud 474 Paskhas yang menembakkan rudal QW3 tepat ke sasaran.

Sementara itu unsur Pernika darat Lanud Iswahjudi dengan menggunakan peralatan canggih berupa Monob (Monitoring Observation) dan Detection Finder juga telah berhasil melumpuhkan keberadaan frekuensi radio gelap yang selama ini mengganggu masyarakat dengan melakukan aksi siaran propaganda yang menghasut masyarakat Madiun dan sekitarnya.

Demikian juga unsur Cyber Lanud Iswahjudi setelah mendapat serangan dari Hecker negara Sonora mampu menetralisir jaringan dan langsung mengadakan serangan balasan. Situasi pun akhirnya mampu dikendalikan dengan dilumpuhkannya jaringan komputer negara Sonora.

BAGIKAN

0 comments: