Saturday, 29 October 2016

Ada Apa Brimob Polri Diperintahkan Siaga 1?

 Korps Brimob Polri menyatakan Siaga I dalam mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Negara Kesatuan RI. Hal itu tertuang dalam surat nomor B: B/ND-35/2016/Korbrimob tanggal 28 Oktober 2016 perihal Pemberitahuan Siaga yang ditandatangi Wakil Komandan Korps Brimob Polri Brigjen Anang Revandoko. Surat tersebut beredar di kalangan media.

Pemberitahuan siaga itu ditujukan kepada jajaran internal Brimob, seperti para Asisten, Danmen, Kasi Korbrimob dan ditembuskan kepada Komandan Korps Brimob Polri Irjen Murad Ismail.

“Sehubungan dengan hal tersebut di atas, disampaikan kepada para As/DAN/KA bahwa dalam rangka mengantisipasi gangguan kamtibmas di seluruh wilayah NKRI dan mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan, maka perlu DINYATAKAN SIAGA I, diulang kembali DINYATAKAN SIAGA I. Pelaksanaan Siaga I terhitung mulai Jumat 28 Oktober 2016 sampai dengan ada pencabutan,” bunyi surat yang beredar sejak Sabtu (29/10) jelang siang.

Dikabarkan pula dalam penggalan surat lain disebutkan bahwa sejumlah pasukan Brimob Polri BKO Polda Metro Jaya sudah berada di Jakarta Jumat 28 Oktober 2016 dan paling lambat Minggu 30 Oktober 2016. 

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar menjelaskan informasi yang tertuang dalam surat tersebut. Boy memastikan status siaga I bagi personel Brimob itu tidak berkaitan dengan aksi demo besar-besaran dari sejumlah ormas Islam yang rencananya akan digelar pada Jumat, 4 November 2016, yang menuntut pengusutan tuntas proses hukum kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Jadi itu arahan dari internal Brimob kepada anak buahnya. Artinya kalau sudah ada arahan seperti itu karena kebutuhannya banyak, jumlah personel terbatas, sementara berkaitan dengan siaga 1 itu untuk penundaan hak-hak untuk liburan, cuti dan sebagainya. Jadi personel tidak bisa meninggalkan satuan tanpa ada izin atasan langsung terkecuali dalam hal yang mendesak," ujar Boy di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (29/10/2016).

Menurut Boy, instruksi dari petinggi Korps Brimob itu dibuat agar pasukan Brimob di setiap Polda selalu siap bila harus dikirim ke daerah lain yang membutuhkan pengamanan maksimal jelang Pilkada serentak 2017 nanti.

"Jadi kan kita melakukan mapping mana yang tidak rawan dan mana yang rawan, jadi anggota-anggota Brimob yang ada di daerah, ditugaskan oleh Mabes Polri ditugaskan di luar Poldanya. Misalnya Brimob di Kalimantan Tengah, bisa saja dalam tugas BKO (Bantuan Kendali Operasi) ini tidak di Kalteng, tapi di daerah yang membutuhkan kekuatan-kekuatan lebih. Jadi bisa saja ada penempatan silang. Itulah yang diatur oleh surat perintah," jelas Boy. (Noor Irawan)


BAGIKAN

0 comments: