Saturday, 8 October 2016

Diluar Dugaan, China Pantau Manuver Militer Indonesia di Natuna

Dua pesawat tempur TNI AU jenis F-16 dan Sukhoi terlibat "Dog Fight" di langit Natuna sekitar kawasan Laut China Selatan.
 Beberapa waktu lalu TNI telah mendemostrasikan kekuatan militernya kepada rakyat dan pejabat negara termasuk Presiden Joko Widodo dengan menggelar latihan tempur berskala besar yang diikuti 73 pesawat tempur TNI AU dari berbagai varian bermanuver di langit Natuna, Kamis (6/10/2016).

Lain dari biasanya dalam latihan ini TNI AU mempertontonkan skenario baru dan benar-benar menguji kemampuan seorang pilot dalam mengendalikan pesawat tempur ketika berhadapan dengan musuh di Udara.

Sebuah pesawat tempur jenis F-16 diskenariokan sebagai penerobos wilayah kedaulatan Indonesia yang kemudian dihadapi oleh pesawat tempur lain jenis Sukhoi. Keduanya terlibat aksi saling kejar-mengejar seru di udara dan sesekali bermanuver tajam menghindari kejaran pesawat lainnya yang biasa disebut dengan istilah “Dog Fight”.

Selain itu, para pilot TNI AU juga menunjukkan kemampuannya membom sebuah sasaran yang berada dilepas pantai.

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo, mengatakan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan “payung” untuk menjaga seluruh wilayahnya yang luas.

”Negara kita perlu memiliki ‘payung’. Dari sudut ke sudut, kita harus menjaganya, untuk itu semuanya akan diperkuat baik itu darat, laut dan udara” ujarnya.

Seorang pakar Asia Tenggara di ISEAS-Yusof Ishak Institute, Ian Storey, mengatakan jika manuver besar-besaran Indonesia di Natuna telah dipantau oleh Beijing.

“Latihan ini memiliki satu tujuan dan dua penonton,” kata Ian Storey, seperti dikutip Reuters.

”Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa angkatan bersenjata Indonesia siap untuk membela sumber daya alam negaranya di sekitar Natuna. Dua penonton adalah orang-orang Indonesia dan Pemerintah China.” Terang Ian lagi,

Meskipun Indonesia tidak terlibat sengketa klaim kepulauan di Laut China Selatan (LCS). Akan tetapi, China yang mengklaim hampir seluruh kawasan LCS pernah bersitegang dengan Indonesia di kawasan Natuna saat militer Indonesia menembaki beberapa kapal nelayan China yang masuk ke Natuna dan sempat diprotes Beijing.

BAGIKAN

0 comments: