Saturday, 15 October 2016

DPRD Surabaya Akan Bentuk Pansus Selesaikan Sengketa Tanah Grand City

Ketua DPRD Surabaya saat ditemui oleh Hj. Nuraini di rumahnya terkait kasus sengketa tanah yang belum tuntas sampai sekarang.
 Tidak berhenti untuk memperjuangkan haknya dalam sengketa lahan Mall Grand City , Hj.Nuraini bertemu dengan Armuji Ketua DPRD Surabaya (14/10). Pertemuan yang dilakukan oleh Hj. Nuraini beserta keluarga selaku ahli waris tanah Grand City merupakan langkah kelanjutan dalam merebut lahan sekitar 4 hektar lebih hak orang tuanya  di Jl.Gubeng Pojok No.48-50 Surabaya

Pertemuan yang dilakukan Hj.Nuraini berlangsung di rumah dinas Armuji, Selama pembahasan yang dilakukan oleh Nuraini bersama pihak keluarga ahli waris, di depan Armuji memberikan keterangan, bahwa pihak Hj.Nuraini sudah melakukan gugatan kepada pihak Grand City secara hukum dan tembusan pemberitahuan kepada Pemkot Surabaya.

Dan kali ini langkah yang ditempuh pihak Hj.Nuraini dengan mengadukan kepada DPRD Surabaya terkait kasus penyerobotan tanah dan pengadaan sertifikat yang sudah berjalan 12 tahun tanpa ada titik temu dan sikap tegas.

Hal tersebut diakui oleh Armuji saat ditemui dirumah dinas setelah berbincang-bincang dengan pihak keluarga Hj.Nuraini, kasus yang sudah cukup lama tersebut baru masuk ke meja DPRD Surabaya beberapa minggu yang lalu setelah ada tembusan dari DPRD RI tentang pengaduan secara tertulis yang dilakukan oleh keluarga Hj.Nuraini.

Melihat kasus yang akan ditangani ini sudah termasuk cukup lama maka dalam penyelesaiannya pihak DPRD Surabaya mengaku akan membentuk pansus (panitia khusus) untuk melakukan penelusuran sampai ditemukan titik terang.

 "Setelah yang bersangkutan menunjukan bukti kepemilikan sudah jelas, melihat kasus yang terjadi maka akan kita bentuk Pansus yang berfungsi untuk mencari asal mula tanah dan proses pembelian atau pindah tangan kepada pihak Grand City," ujar Armuji.

Armuji juga mengakui jika kasus yang menimpa Hj.Nuraini sudah terdengar oleh pihaknya. Namun  karena Poksi dan rana yang ditempuh oleh pihak keluarga Hj. Nuraini beberapa waktu lalu dengan jalur hukum otomatis pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

Kali ini Hj.Nuraini terpaksa menempuhnya lewat jalur politik karena menggunakan jalur hukum dirinya terus-terusan dipimpong dan tidak ada penyelesaian.

"Hj.Nuraini sudah melaporkan kasus ini dulu ke jalur hukum ternyata di ombang ambingkan, sehingga sekarang ingin menempuh di jalur politis, maka akan kita lakukan pemeriksaan dan memanggil kebeberapa pihak dengan pedoman surat sah yang dimiliki oleh ibu Nuraini," papar Armuji.

Melihat pengaduannya mendapat tanggapan dari Ketua DPRD surabaya bapak Armuji kepada wartawan dirinya mengaku lega.

"Alhamdulillah kita disambut baik oleh beliau selaku wakil rakyat, mudah mudahan ada jalan keluar untuk keluarga almarhum abah saya untuk menuntaskan sengketa lahan ini," pungkasnya.

"Ternyata beliau (Armuji) ketua DPRD dulu pernah bersama-sama saya satu rombongan ibadah haji, jadi kita komunikasi yang bagus dan beliau berjanji akan mencari jalan keluar dan menyelesaikan permasalahan sengketa lahan milik abah saya yang tak kunjung selesai," lanjutnya lagi.

BAGIKAN

0 comments: