Wednesday, 12 October 2016

Giliran Istri Ali Kalora Ditangkap Satgas Operasi Tinombala

Tini Susanti , istri dari DPO kasus Tindak  Pidana Terorisme, Ali Kalora, saat digiring petugas usai ditangkap Satuan Tugas Operasi Tinombala di Kota Poso, Selasa, 11/10/2016) (Foto : Istimewa) 
 Usai tewasnya gembong kelompok Mujahidin Indonesia Timur, Santoso, satu per satu anggota kelompok Santoso pun juga tewas dan ditangkap oleh Satuan Tugas Operasi Tinombala yang merupakan gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI . 

Kali ini, Satuan Tugas Operasi Tinombala kembali menangkap satu dari sebelas orang yang tersisa, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus Tindak Pidana Terorisme, di Poso, Sulawesi Tengah.

Kali ini DPO tersebut adalah perempuan yang merupakan istri dari Ali Kalora yang merupakan pimpinan MIT saat ini. Satgas Tinombala menangkap satu DPO perempuan, bernama Tini Susanti Kaduku alias Umi Fadel pada Selasa sore, 11 Oktober 2016, Tini Susanti Kaduku ditangkap aparat saat sedang berada di keramaian di kota Poso.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi, mengatakan, tertangkapnya istri Ali Kalora pemegang mandat kelompok MIT pascatewasnya Santoso dan ditangkapnya Basri, setelah aparat mendapat informasi adanya sekelompok pria turun gunung membawa seorang wanita.

“Baru saja tertangkap Tini alias Umi Fadel, istrinya Ali Kalora, di kota Poso pada Selasa pukul 16.00 WITA. Tini diduga turun dari pegunungan Biru sekitar di atas tanggal 20. Diantar oleh kelompoknya, dan kita mendapat informasi bahwa kelompok itu naik ke atas lagi, tapi tidak membawa perempuan,” kata Rudy.

Hal senada juga diungkpkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto mengatakan, penangkapan ini dilakukan setelah ada informasi dari masyarakat. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Satgas Tinombala. "Tidak ada perlawanan (dalam penangkapan Umi Fadel) karena sebelumnya sudah dilakukan negosiasi," kata Hari. 

Dengan tertangkapnya Umi Fadel, kata Hari, saat ini DPO kelompok Santoso yang masih diburu Satgas Tinombala tinggal 10 orang. Polda Sulteng tetap mengimbau agar 10 yang tersisa itu bisa turun gunung. "Sisa DPO tinggal 10 orang. Upaya tetap dilakukan terhadap DPO dengan imbauan," tambah Hari. (Sofyan Ahmad)

BAGIKAN

0 comments: